Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Antrian Lontong dan Misteri Piring Kosong

Antrian Lontong dan Misteri Piring Kosong

Oleh Syahbaty

Hari itu aku kondangan. Seperti hukum alam, setelah ijab kabul selesai, berbondong-bondonglah kita semua ke medan perang... eh, maksudnya meja prasmanan 😄

Aku antri di barisan belakang. Maju selangkah demi selangkah. Drama kecilnya pas di depan: lontong habis. Si abang penjaga sayur buru-buru isi ulang sementara 20 pasang mata menatap wadah kosong itu dengan sabar tingkat dewa.

Akhirnya dapat juga. Duduklah aku di baris ketiga bareng teman. Di depan kami ada kursi kosong bertuan: 1 gelas + 1 kue. Temanku langsung mode pahlawan: "Bu, kursinya dikosongin aja, air sama kuenya pindah ke meja samping. Kasihan ibu di depan udah berdiri dari tadi". Si ibu nurut. Kursi kosong langsung jadi rebutan, masalah selesai. 1-0 untuk empati.

Plot twist datang pas di sebelahku. Seorang ibu duduk sama anaknya, kira-kira 5 tahun. Piring kosong ditaruh di bawah kursi. Piring berisi makanan anaknya? Ikut parkir di bawah kursi juga. Full. Nggak tersentuh.

Aku sama temanku saling pandang. "Itu loh..." bisiknya. Aku cuma bisa ngunyah pelan sambil mikir: kenapa ya kita sering ambil "mata lebih besar dari perut"?

Ilmiahnya gini: otak kita suka ketipu sama yang namanya buffet effect. Pas lihat makanan banyak, hormon dopamin naik, mata jadi lapar duluan. Ambilnya banyak biar "nggak nyesel". Padahal perut cuma butuh secukupnya. Anak 5 tahun porsinya kan seujung sendok, bukan sepiring gunung Everest 😅

Padahal di meja depan, lontong aja bisa jadi rebutan. Di luar sana masih banyak yang nunggu giliran makan. Sementara makanan mubazir... ya jadi sampah. Kita semua hafal: mubazir itu temannya setan. Capek kan jadi tim setan?

Jadi pelajarannya simpel: ambil secukupnya, habiskan dengan tuntas, sisakan buat orang lain. Kalau semua kursi kosong bisa kita beresin, masa piring kosong nggak bisa? Benar gak?

Apakah kamu pernah ngalamin "buffet effect" gak...? Ayo jujur 😁.

Baiti Jannati, Ahad, 7 Juni 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post