Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Surat Cinta untuk Muatan Listrik

Meraba yang Tak Terlihat: Surat Cinta untuk Muatan Listrik

Untuk Kelas XII yang mengira fisika itu kaku.

Pernahkah kamu digigit pintu?

Bukan digigit nyamuk. Atau digigit janji manis. Tapi benar-benar, tanganmu baru saja menyentuh gagang pintu mobil, atau pintu kulkas besi di rumah, lalu ctak! Ada sengatan kecil, kaget, sedikit perih, tapi hilang secepat ia datang. Bukan mistis, tapi beneran.

Siapa yang menggigitmu? Tidak ada siapa-siapa. Di situlah Fisika mulai berbisik: ada yang tidak terlihat, tapi ia ada. Namanya muatan listrik.

Apa sih Muatan Listrik Itu?

Bayangkan dirimu punya dompet. Kadang dompetmu kelebihan uang receh, berat, berisik, pengen kamu bagi-bagi. Kadang dompetmu kosong melompong, butuh diisi.

Atom juga begitu. Di dalamnya ada elektron, receh-receh semesta yang sangat ringan dan mudah loncat. Ketika atom kelebihan elektron, ia menjadi negatif. Merasa terlalu penuh, ia ingin membagi. Ketika ia kekurangan elektron, ia menjadi positif. Merasa kosong, ia butuh dipeluk.

Jadi, muatan listrik bukan benda. Ia adalah kondisi. Kondisi kelebihan atau kekurangan. Sama seperti hati kita, kan? Ada yang sedang penuh, ada yang sedang kosong.

Dan seperti manusia, yang berlebih akan mencari yang kurang. Yang kosong akan mencari yang penuh. Itulah kenapa beda jenis tarik-menarik, sejenis tolak-menolak. Bukan karena benci. Tapi karena mereka sedang mencari keseimbangan.

Kenapa Harus Positif dan Negatif? Siapa yang Memberi Nama Se-absurd Itu?

Ini cerita kocaknya.

Dulu, orang bingung mau ngasih nama apa. Ada yang bilang muatan itu "kaca" dan "resin". Ribet. Sampai datang seorang bapak-bapak yang di Amerika terkenal sebagai penemu, diplomat, bahkan ikut bikin naskah kemerdekaan Amerika, namanya Benjamin Franklin pada tahun 1747.

Franklin ini iseng. Ia bilang, "Sudahlah, yang satu kita sebut positif (+), yang satu negatif (-). Biar gampang kayak matematika."

Bukan karena yang positif lebih baik akhlaknya dari yang negatif. Bukan. Hanya kesepakatan. Bahkan Franklin sempat salah tebak arah aliran elektron. Tapi nama itu terlanjur lengket sampai sekarang, dan dipakai di seluruh dunia. Termasuk di soal TKA dan UTBK kamu nanti. Mungkin.

Jadi kalau ada yang tanya kenapa dinamai positif-negatif, jawab saja: karena Bapak Franklin capek mikirin nama yang puitis.

Lalu, Dimana Para Ilmuwan Muslim?

Ini bagian yang sering hilang dari buku teks. Jauh sebelum Franklin memberi nama, fenomena batu ambar yang kalau digosok bisa menarik bulu ayam, yang oleh orang Yunani disebut elektron , sudah dicatat dan dikaji oleh para sarjana Muslim.

Al-Biruni (973-1048 M) dalam Kitab Al-Jamahir menulis dengan detail tentang sifat batu-batu yang saling tarik-menarik. Ibnu Sina dalam Kitab Asy-Syifa membahas tentang daya tarik alamiah. Mereka belum menyebutnya "listrik statis" dengan rumus, tapi mereka melakukan hal yang paling Islami: memperhatikan ciptaan dengan takjub, mencatat, dan bertanya.

Mereka adalah penjaga rasa ingin tahu. Tanpa catatan mereka, sains Eropa mungkin butuh waktu lebih lama untuk sampai ke Franklin dan Coulomb.

Dan bukankah tugas kita sebagai khalifah juga begitu? Menjadi penjaga rasa ingin tahu. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 164 tentang angin, awan, dan pergantian malam siang sebagai tanda bagi kaum yang berakal. Listrik statis termasuk di dalamnya. Tanda kecil yang sering kita sepelekan.

Penerapannya di mana aja? Apakah ada di Jilbabmu? Yuuk perhatikan beberapa contoh berikut!

Balon dan dinding. Itu bukan sulap. Balon yang digosok jadi negatif, dinding yang netral jadi terpisah muatannya. Sisi positif dinding mendekat. Maka terjadilah pernikahan sementara bernama "nempel". Seperti kamu yang nempel ke teman sebangku kalau lagi butuh contekan, atau lagi bisikin rahasia. Benar gak ??. Debu di layar HP. Layar HP bermuatan, debu ketarik terus. Makanya kamu lap 10 kali sehari tetap saja ada. Mesin Fotokopi dan Printer Laser. Di dalamnya ada drum yang sengaja diberi muatan. Toner yang beda muatan akan nempel sesuai tulisan, lalu dipanaskan ke kertas. Tanpa listrik statis, kamu tidak bisa fotokopi tugas teman menit terakhir. Petir. Ini balon versi raksasa. Awan bagian bawah penuh muatan negatif, bumi positif. Mereka rindu ingin bertemu. Ketika rindunya sudah tak tertahan, duar! Kilatan itu adalah pelukannya. Petir itu pun bertasbih memuji-Nya (QS. Ar-Ra'd:13). Bahkan dentuman yang menakutkan itu pun sedang berdzikir.

LKM: Lembar Kerja Merindu

Alat: 1 penggaris plastik/balon, sobekan tisu super kecil.

Misi 1: Mengukur Rindu Gosok penggaris 10 kali, dekatkan. Hitung berapa kertas ketarik. Gosok 30 kali, hitung lagi. Apa bedanya? Tuliskan dengan bahasamu sendiri: apakah rindu yang digosok lebih lama, tarikannya lebih kuat?

Misi 2: Drama Tolak-Menolak Gantung dua balon yang sudah digosok. Apa yang mereka lakukan? Menjauh. Kalau mereka bisa ngomong, mereka akan berkata "Ogah ah, kamu sama kayak aku, negatif!" Senada dengan itu, apa yang kamu tulis?

Misi 3: Cinta Bertepuk Sebelah Tangan yang Berhasil Tempelkan balon yang sudah digosok ke dinding. Kenapa dinding yang tidak digosok mau menerima? Tuliskan hipotesismu. Ini namanya induksi. Dinding itu netral, tapi ia rela memisahkan dirinya demi menampung rindumu.

Tugas Rumah Reflektif - PR Merindu:

Tidak ada hitungan saat ini. Cukup cari 3 momen "kesetrum kecil" dalam hidupmu seminggu ini. Kapan? Di mana? Lagi ngapain? Tuliskan ceritanya 2 kalimat saja.

Karena fisika bukan tentang angka di papan tulis. Fisika adalah tentang menyadari, bahkan sengatan kecil di ujung jari pun adalah tanda bahwa semesta ini bekerja dengan aturan yang sangat rapi, yang diatur oleh Sang Maha Rapi, Allah SWT.

Sampai jumpa di jam fisika. Jangan lupa bawa balon, kertas tisu, penggaris plastik atau boleh bawa yang lainnya untuk membuktikan adanya muatan listrik yang berpindah.

Dan jangan lupa, yang positif dan negatif itu butuh satu sama lain untuk seimbang. Seperti kita.

Baiti Jannati, Juli 2026.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post