Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kanan Dulu atau Kiri Dulu

KANAN DULU ATAU KIRI DULU?

Oleh Syahfaty

Suatu hari, aku duduk di tangga masjid sekolah.

Bukan sedang menunggu siapa-siapa. Aku hanya sedang memperhatikan anak-anak yang satu per satu selesai melaksanakan salat, lalu sibuk memakai kaos kaki dan sepatu.

Ada yang sambil bercanda.

Ada yang masih asyik ngobrol.

Ada yang terburu-buru karena ingin segera kembali ke kelas.

Aku memperhatikan kaki mereka.

Sebenarnya aku sedang mencari sesuatu.

Adakah yang memakai kaos kaki dan sepatu dengan mendahulukan kaki kanan? 😂

Ternyata aku harus cukup lama memperhatikan.

Kebanyakan berjalan begitu saja. Mana yang lebih mudah, itu yang masuk duluan. Kadang kiri, kadang kanan. Yang penting sepatu terpasang dan bisa dipakai berlari kembali ke kelas.

Aku tersenyum.

Bukan karena mereka salah.

Mungkin mereka memang belum tahu.

Dan tiba-tiba aku berpikir...

Jangan-jangan kita yang sudah dewasa pun sama.

Kita memakai sepatu setiap hari.

Memakai kaos kaki setiap hari.

Mengenakan baju setiap hari.

Tetapi karena sudah menjadi kebiasaan, tangan dan kaki kita bekerja otomatis. Kita tidak lagi bertanya:

“Rasulullah ï·º mengajarkan bagaimana?”

Padahal dalam perkara yang baik, Islam mengajarkan kita untuk mendahulukan yang kanan.

Rasulullah ï·º bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian memakai sandal, hendaklah ia memulai dengan kaki kanannya, dan apabila melepasnya, hendaklah memulai dengan kaki kirinya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

MasyaAllah...

Sesederhana itu.

Memakai sepatu bukan ibadah khusus.

Memakai kaos kaki juga bukan ritual yang membutuhkan waktu lama.

Hanya beberapa detik.

Tetapi ketika kita tahu adabnya, lalu sengaja mengamalkannya karena mengikuti tuntunan Rasulullah ï·º, aktivitas yang biasa bisa bernilai ibadah.

Di sinilah indahnya Islam.

Islam tidak hanya mengatur bagaimana kita berdiri di atas sajadah.

Islam juga mengajarkan bagaimana kita menjalani kehidupan ketika turun dari sajadah.

Makan ada adabnya.

Berpakaian ada adabnya.

Masuk masjid ada adabnya.

Bahkan memakai sepatu pun ada tuntunannya.

Dan mungkin selama ini kita sering kehilangan “bonus” bukan karena tidak mau beramal, tetapi karena tidak tahu bahwa ada amal di balik kebiasaan-kebiasaan kecil kita.

Maka mulai hari ini...

Saat tangan meraih kaos kaki,

ingat: kanan dulu.

Saat kaki hendak masuk sepatu,

ingat: kanan dulu.

Dan ketika melepasnya,

kiri dulu.

Bukan karena kanan lebih hebat daripada kiri.

Tetapi karena kita sedang belajar mencintai dan mengikuti apa yang diajarkan Rasulullah ï·º.

Bukankah indah?

Gerakannya hampir tidak berubah.

Waktunya hanya beberapa detik.

Tetapi setelah tahu ilmunya, kita tidak lagi melakukannya sekadar karena kebiasaan.

Kita melakukannya karena Allah.

Sama-sama memakai sepatu. Sama-sama hanya beberapa detik. Tetapi yang satu sekadar memakai, yang satu membawa sunnah dalam langkahnya.

🌿 Barangkali pahala tidak selalu menunggu kita melakukan sesuatu yang besar. Kadang ia menunggu di tempat yang sangat sederhana—di balik sepasang sepatu yang setiap hari kita kenakan.

Mudah-mudahan tulisan kecil ini bermanfaat. Baaraakallahu fiikum.

Baiti Jannati, Ahad, 16 Agustus 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post