Nurbaiti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hidup itu Indah Sekaligus Menipu

HIDUP INI INDAH SEKALIGUS MENIPU

Oleh Syahfaty

Cerpen Komedi Reflektif

Ada kalanya kehidupan memperlakukan kita seperti penonton film komedi.

Kita sedang serius menghadapi masalah, tiba-tiba muncul kejutan. Kita sedang bersedih karena kehilangan, eh, seseorang diam-diam menyiapkan pengganti. Kita merasa sudah memahami jalan cerita, ternyata sutradaranya punya skenario lain.

Begitulah hidup. Indah, tetapi kadang menipu. Bukan menipu seperti orang yang sengaja berbohong, melainkan karena kenyataan tidak selalu berjalan sesuai dugaan kita.

Aku punya pengalaman tentang sebuah helm.

Jangan tertawa dulu. Ini bukan kisah cinta segitiga antara aku, suami, dan helm. Meskipun, kalau dipikir-pikir, helm memang punya tempat tersendiri dalam perjalanan hidupku. 😂

Selamat Tinggal, Helm Kesayangan!

Beberapa bulan lalu, aku dibonceng anakku menuju sekolah.

Pagi itu angin bertiup cukup kencang. Kecepatan motor pun lebih tinggi daripada biasanya. Aku mengenakan helm kesayanganku, helm cokelat dengan jahitan benang melingkar sebagai pemanis.

Sayangnya, ada satu kebiasaan buruk yang selama ini kuanggap sepele.

Aku jarang mengaitkan tali helm ke dagu.

Dan pagi itu, alam semesta seolah memutuskan untuk memberikan pelajaran praktik.

Wuuusss!

Helmku terbang.

Bukan terbang tinggi seperti pesawat, tentu saja. Ia jatuh ke jalan, menggelinding dengan anggun, kemudian tengkurap di sisi kanan.

Kalau ada juri lomba jatuh paling dramatis, mungkin helmku layak masuk nominasi.

Kami melanjutkan perjalanan. Ketika motor berputar arah, aku turun dan mengambilnya.

Kacanya retak.

Aku memandangi helm itu cukup lama.

Helm cokelat ini hadiah ulang tahun dari anak gadisku lima tahun lalu. Ia sudah menemaniku melewati hujan, terik matahari, perjalanan ke sekolah, dan berbagai urusan rumah tangga.

Kini, kebersamaan itu harus berakhir.

Aku tidak berani memakainya lagi. Kaca yang retak bisa membahayakan. Maka, helm itu hanya kupegang sambil mengenang masa-masa kami bersama.

Terima kasih, helm. Kau sudah membersamaiku dalam hujan dan terik. Kini, kebersamaan kita berakhir dengan tragis.

Sedih juga, ya.

Padahal cuma helm.

Tetapi, bukankah benda yang kita sayangi kadang menyimpan cerita yang lebih panjang daripada usia pakainya?

Helm itu bukan sekadar pelindung kepala. Ia juga pengingat kasih sayang seorang anak.

Namun, hidup harus berlanjut.

Aku pun menggunakan helm cadangan bawaan motor. Masih baru, masih bagus, dan selama ini lebih sering menganggur di gantungan daripada bertugas.

Barangkali ia sudah bosan menjadi pajangan.

Akhirnya, ia mendapat kesempatan bekerja.

Kepulangan yang Disambut Kejutan

Waktu berlalu. Liburan tiba, dan aku mudik sendirian ke kampung halaman.

Setelah beberapa hari di sana, tibalah waktunya kembali ke Jakarta.

Ketika pulang, aku melihat sesuatu yang berbeda.

Di tempat gantungan helm, tergantung sebuah helm baru.

Warnanya sama dengan helm kesayanganku yang telah gugur dalam tugas. Namun, bagian depannya berbeda. Kacanya menyerupai kacamata.

Manis juga, batinku.

Ternyata, suamiku sengaja menyiapkannya sebagai hadiah untuk menyambut kepulanganku dari kampung.

Ia tidak memberikannya langsung. Helm itu dibiarkan tergantung di tempat biasa aku menyimpan helm.

Kejutan!

Dan aku?

Aku tersenyum.

Sebenarnya, aku sedikit shock. Bukan karena tidak senang, melainkan karena pagi itu aku harus segera berangkat ke sekolah. Waktu terus berjalan, sedangkan urusan rumah belum tentu selesai hanya dengan senyuman.

Aku tidak sempat naik lagi ke atas untuk mengucapkan terima kasih secara langsung.

Maka, setelah sampai di ruang guru lantai dua, kukirimkan ucapan terima kasih melalui WhatsApp.

Romantis sekali, bukan?

Suami menyiapkan kejutan di rumah. Istri mengirim ucapan terima kasih dari kantor.

Cinta zaman sekarang memang efisien.

Tidak perlu surat panjang, tidak perlu pidato, apalagi konferensi pers. Cukup sebuah helm dan pesan WhatsApp.

Yang penting, pesannya sampai.

Mudah-mudahan suamiku tidak berharap aku mengirimkan sertifikat penghargaan juga. 😂

Siulan Misterius

Keesokan harinya, aku mulai memakai helm baru itu.

Aku tidak menurunkan kaca pelindungnya karena pandanganku terasa terganggu. Aku lebih nyaman menggunakan kacamata minusku seperti biasa.

Setelah memastikan helm terpasang dengan benar, aku mulai mengendarai Beat abu-abuku.

Awalnya biasa saja.

Sampai aku memasuki jalan besar dan menambah kecepatan.

Tiba-tiba terdengar suara:

Suuuiiiiiiit!

Aku mencari sumber bunyi itu.

Dari mana?

Siapa yang bersiul?

Apakah ada seseorang yang sedang memanggil?

Jangan-jangan ada penggemar rahasia yang mengetahui jadwal keberangkatanku?

Ah, terlalu percaya diri!

Ternyata, bunyi itu berasal dari sekitar kaca helmku. Udara yang mengalir melewati bagian depan helm menimbulkan suara siulan.

Ketika kecepatan bertambah, suara itu muncul. Di tempat-tempat tertentu, bunyinya juga terdengar lebih jelas.

Aku tersenyum.

Baiklah. Kalau begitu, kuanggap saja sebagai musik alam.

Aku tidak perlu membeli tiket konser. Tidak perlu berdesakan. Tidak perlu memesan tempat duduk.

Cukup naik motor, mengenakan helm, lalu mendengarkan pertunjukan udara.

Tentu saja, musiknya tidak selalu muncul. Rupanya alam pun punya jadwal manggung sendiri.

Kadang ada, kadang tidak.

Barangkali anginnya sedang sibuk. 😂

Semua Ada Masanya

Di tengah perjalanan, pikiranku berkelana.

Aku teringat helm lama yang jatuh dan retak. Aku teringat kesedihanku ketika harus melepaskannya. Aku teringat anak gadisku yang menghadiahkannya lima tahun lalu.

Kemudian aku teringat helm baru yang disiapkan suamiku diam-diam.

Dua helm.

Dua orang yang kusayangi.

Dua kenangan yang berbeda.

Helm lama menyimpan kasih sayang seorang anak. Helm baru membawa kejutan dari seorang suami.

Sementara aku, masih menjadi diriku sendiri: perempuan yang kadang terlalu asyik bekerja, terburu-buru berangkat, lupa mengaitkan tali helm, dan sekarang punya musik pengiring perjalanan gratis.

Lengkap sudah.

Aku tertawa sendiri.

Ternyata, kehidupan tidak selalu mengambil sesuatu hanya untuk membuat kita kehilangan.

Ada kalanya sesuatu memang harus berakhir. Ada kalanya kita perlu belajar melepaskan. Dan ada kalanya, ketika kita sudah siap melanjutkan perjalanan, kejutan kecil telah menunggu di tempat yang tidak kita duga.

Helm lama tidak kembali.

Tetapi kenangannya tetap tinggal.

Helm baru tidak menghapus masa lalu. Ia hanya menemaniku menjalani hari-hari berikutnya.

Dan siulan angin itu mengingatkanku bahwa hidup terus bergerak, bahkan ketika kita masih sibuk mengenang sesuatu yang telah berlalu.

Semua ada masanya.

Masa sebuah benda menemani kita. Masa kita merelakannya. Masa kita menerima sesuatu yang baru.

Lalu, masa ketika kita menertawakan kembali kejadian yang dahulu membuat kita sedih.

Hidup memang indah.

Kadang juga menipu.

Kita mengira sebuah cerita telah berakhir, ternyata hanya berganti bab.

Kita mengira kehilangan adalah penutup, ternyata ada kejutan di halaman berikutnya.

Dan kita mengira sedang berkendara dalam keheningan, ternyata helm baru kita punya bakat menjadi penyanyi.

Suuuiiiit!

Aku tersenyum di balik kacamata minus.

Terima kasih, anak gadisku, untuk kenangan yang tersimpan dalam helm lama.

Terima kasih, suamiku, untuk kejutan yang menungguku di rumah.

Dan terima kasih, kehidupan, karena masih memberiku alasan untuk tersenyum.

Hanya satu permintaan kecilku kepada alam semesta:

Kalau besok ingin memberi kejutan lagi, jangan melalui helm yang terbang.

Aku sudah cukup belajar.

Dan kali ini, tali helm akan kukaitkan dengan benar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post