Berbagi Karya Dengan Dunia, Raih Prestasi Lebih Sempurna
Oleh : Nurrohmah Puji Mastuti
Guru IPA SMPN 2 Loceret, kabupaten Nganjuk, provinsi Jawa Timur
Sudah lebih dari tiga tahun saya malang melintang di dunia kepenulisan. Hal yang saya rindukan, bahkan sejak sebelum pandemi korona melanda. Ketika itu, saya ingin sekali menerbitkan buku. Namun sangat sulit mencari kecocokan dari berbagai komunitas kepenulisan. Hingga akhirnya, saya bertemu dengan Media Guru Indonesia.
Berbagai pelatihan, dan webinar saya ikuti dengan penuh semangat. Hingga akhirnya semua perjuangan berbuah manis. Satu demi satu karya terwujud. Ada puisi, cerpen, dan esai. Bahkan juga novel. Di gurusiana, saya dapat menuliskan banyak hal. Tulisan yang sudah tayang pun dapat dibagikan dan mudah dibaca oleh banyak orang. Apresiasi positif, membuat saya semakin bersemangat untuk memperbaiki kekurangan dalam menulis dari waktu ke waktu. Layaknya mengasah pisau. Mengasah keterampilan menulis pun sangat bermanfaat untuk karya selanjutnya.
Karya yang telah terbit baik dalam bentuk buku antologi maupun buku solo sudah dapat dinikmati oleh pembaca. Ada beberapa orang yang sudah membeli buku yang saya tulis. Sedangkan buku lainnya saya hibahkan untuk tambahan koleksi perpustakaan. Kini buku-buku yang beragam tersebut dijadikan bahan pembiasaan literasi siswa setiap pagi.
Selain itu, sebagian buku juga saya hadiahkan kepada para pejabat, baik Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, maupun Kepala Dinas Pendidikan. Apresiasi yang baik mengantarkan saya diberikan kesempatan sebagai narasumber di sebuah webinar kepenulisan. Hal yang tidak saya duga sebelumnya. Ternyata kemampuan yang terbatas di usia yang kian senja masih diberikan kesempatan untuk berbagi karya.
Hingga pada suatu hari, saya dipercaya mewakili sekolah dalam lomba dan disanalah saya dapat berbagi karya. Melalui kegiatan berbgai karya saya berharap kemampuandan keterampilan saya pun meningkat dan dapat meraih prestasi lebih sempurna. Serta dapat mengantarkan anak didik dan mengajak orang-orang di sekitar saya hingga ke pelosok dunia menjadi manusia yang berguna, berpengetahuan dan cakap menghadapi tantangan di masa depan.
Kesempatan berbagi tentu tidak berhenti di titik tersebut. Perjuangan menimba ilmu terus saya lakukan hingga sekarang. Tak peduli siang maupun malam. Tak peduli saat singgah maupun ketika dalam perjalanan. Kerinduan untuk terus berkarya memotivasi saya untuk dapat berkarya dengan lebih baik lagi. Sebuah harapan kelak dapat berbagi kepada dunia yang lebih luas lagi.
Ratusan kali tulisan yang terbit di dunia maya dalam blog yang dikenal dengan sebutan gurusiana dapat dibaca oleh dunia. Juga di majalah Internasional, serta di Kompasiana. Usaha yang sungguh-sungguh pun tak sia-sia. Semakin hari, saya semakin lancar menulis banyak hal. Walaupun masih jauh dari kesempurnaan.
Paling tidak, saya sudah dapat berbagi kepada keluarga, teman, dan saudara. Satu demi satu buku terbit dengan karya saya yang ada di dalamnya. Walaupun sekarang masih cukup dinikmati untuk kegiatan literasi di sekolah sendiri. Tetapi saya tetap semangat dan termotivasi hingga kelak saya dapat berbagi karya kepada dunia. Entah berupa karya fiksi maupun non fiksi. Sehingga banyak orang menjadi terinspirasi untuk tidak berhenti berliterasi dan ikhlas berbuat baik kepada dunia yang kita sayangi. Maka, jangan pernah kita merasa bosan dan lelah menggali ilmu di dunia ini. Agar ilmu yang kita dapat tidak cepat hilang, maka ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Seperti pesan sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abu Tholib ra. Dan ilmu yang bermanfaat adalah jariyah yang tidak ada habisnya.
Tema : Berbagi Karya dengan Dunia
PHOTO PENDUKUNG

Berbagi karya dalam Show Case MGMP IPA

Berbagi inovasi sebagai narasumber literasi dalam Sarasehan Bulan Bahasa bersama para guru 3 Bahasa

Berbagi inovasi literasi dalam Komunitas Belajar Dinas Pendidikan Kab. Nganjuk

Dengan berbagi, meraih prestasi sebagai Juara 3 Guru PRIMA SLCC PGRI Kab. Nganjuk 2023.

Berbagi inovasi sebagai narasumber literasi dalam Sarasehan Bulan Bahasa bersama para guru 3 Bahasa
PROFIL PENULIS
Nurrohmah Puji Mastuti, S.Pd., dilahirkan di Kabupaten Nganjuk, pada 7 September 1972. Dia adalah guru IPA di SMPN 2 Loceret, Nganjuk, Jawa Timur. Dia gemar membaca dan menulis. Mengabadikan karya berupa buku antologi cerpen Kuraih Senja dengan Rida‐Nya, dan Bias Kalbu di tengah Corona, buku cergam Persahabatan Hamtaro dan Betta, Novel Hati yang Terbungkus, buku Memoar Merajut Inspirasi, Melesatkan Prestasi, buku kumpulan cerpen Rindu Belukar, dan buku novel Merajut Benang Kesetiaan.
Dia salah satu pemenang lomba menulis gurusiana lebih dari dua puluh kali sejak Mei 2020 hingga 2023, dengan buku antologi berjudul Jurus Belajar Daring Anti Garing, hingga buku Membangun Peradaban melalui Perpustakaan.
Aktif menulis dan telah menerbitkan 5 buku solo dan puluhan buku antologi. Dia alumni kelas pelatihan Buku Nonteks SipLah, alumni Sagusabu daring1, alumni kelas Majalah Literasi 1, 3, 4 dan Majalah Literasi 6, alumni kelas Editor1, alumni kelas Best Practice2, kelas CWC1, kelas Cerpen1, kelas Novel3, dan setia mengikuti kegiatan webinar media guru. Dia bertempat tinggal di Perum Puri Ngrawan Indah Desa Ngrawan, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Alamat email **(censored)**.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
