Di Tepi Telaga
Sudah saatnya dedaunan berguguran
Di tepi telaga
Kala siang terik mencekam
Menghadirkan gerah berkepanjangan
Kemanakah tirta yang dulu ada?
Biarpun sang bayu membelai manja
Tetap saja dunia ini terasa berbeda
Lelah
Gerah
Beradu menghimpit raga yang kian menua
Di tepi telaga ini
Biarkan sejenak kunikmati jernihnya air
Yang hanya sesaat
Sebelum sampah-sampah kembali berserak
Menepis
Bahkan menutupi sepanjang aliran sungai
Yang bermuara di telaga sunyi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
