Sarapan Ketiga
Mendung menggantung di langit kelabu. Mungkin sebentar lagi hujan turun seperti tadi malam. Hari ini, selain piket pembiasaan di gerbang sekolah, jam mengajar pun full jam.
Bagaimana bisa sarapan? Walaupun sudah sejak pagi membawa bekal tetap juga tidak ada waktu untuk sarapan. Kebetulan di jam ketiga ada waktu satu jam pelajaran dengan aktivitas di luar kelas. Sejenak saya sempatkan mengurangi isi kotak bekal makanan.
Sambil sesekali menyendok, sekalian mengerjakan laporan pembelajaran. Tiba-tiba jam keempat sudah harus dilaksanakan. Berhentilah si sendok di dalam kotak bekal.
Isi di dalam kotak masih setengahnya. Setelah satu jam di dalam kelas, tak lama bel berdentang pertanda waktu istirahat. Segera saya lanjutkan sarapan edisi kedua. Cukup lima belas menit saja waktu yang ada. Terpaksa bekal masih tersisa seperempatnya.
Setelah pembelajaran berikutnya dengan empat jam lagi di dalam kelas, akhirnya para siswa pun pulang. Lalu bagaimana dengan para guru? Karena jadwal kerja hingga pukul dua, saya lanjutkan untuk sholat dhuhur dulu sebelum sarapan edisi ketiga. Kali ini berkat lapar yang tertunda, akhirnya sekotak nasi goreng mawut pun habis tak tersisa. Alhamdulillah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
