NURROHMAH PUJI MASTUTI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sehari menjadi Ahli Bioteknologi

Sehari menjadi Ahli Bioteknologi

Pembelajaran IPA kadangkala menyisakan lelah pada siswa. Apalagi ketika jam pelajaran kebagian siang setelah anak-anak beraktivitas seharian. Belum lagi ketika jam sebelumnya ada pelajaran matematika. Dapat dipastikan beberapa anak langsung meletakkan kepala di bangku mereka.

Tetapi jika kita dapat mengemas kelas, hal itu tidak akan terjadi. Biarpun siang, pembelajaran IPA tetap asyik dilanjutkan. Lalu apa yang kita lakukan? Salah satu yang membuat mereka kerasan di kelas adalah dengan memberikan kesempatan dan kepercayaan. Bagaimana mungkin?

Seperti yang terjadi siang ini. Bel pertanda masuk kelas setelah beristirahat sudah berdentang keras sekali. Beberapa siswa ternyata masih asyik ngobrol di dekat pintu kelas mereka. Seakan tak mendengar bel pertanda jam pelajaran segera dilanjutkan.

Saya masuk dengan beberapa sapaan. Sebelum akhirnya semua menyadari sudah saatnya jam IPA. Seperti biasa, mereka selalu saja menggoda dengan berbagai ulah yang mungkin dapat memicu naiknya darah.

Dengan salam, sapa, dan motivasi yang nyata, pembelajaran pun saya mulai dengan menyampaikan jenis kegiatan yang akan mereka lakukan bersama-sama. Kali ini mereka saya beri kesempatan dan kepercayaan menjadi ahli bioteknologi.

Dalam sebuah pengandaian, " seandainya kalian menjadi ilmuwan sains yang akan menciptakan sebuah inovasi tanaman dengan rekayasa genetika, tanaman apa yang ingin kalian harapkan terwujud?"

Kegiatan pun dilanjutkan dengan antusias. Mereka ramai membahas rencana penelitian mereka dengan diselingi canda dan tawa. Hasilnya? Ternyata ada banyak inovasi yang terungkap dari pemikiran mereka.

Salah satu hasil penelitian bioteknologi modern melalui rekayasa genetika dengan mewujudkan sebuah tanaman buah naga yang digabungkan dengan buah kiwi.

Bentuk luar dan warna buah naga yang cantik, dipadukan dengan dalamnya buah dengan daging buah kiwi yang manis asam. Ah, andai ini benar-benar menjadi hasil bioteknologi modern suatu saat nanti, pasti keanekaragaman buah menjadi lebih banyak lagi. Walaupun secara genetika, semakin sulit mencari buah asli.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post