Nyekar, Ziarah ke Makam Nenek Moyang
Di awal ramadhan dan di akhir ramadhan, umumnya banyak orang yang nyekar. Istilah Jawa dalam bentuk ziarah ke makam para leluhur. Sebagian orang datang pada saat pagi, ada juga siang, dan sore hari.
Tradisi Islam Jawa ini sebagai wujud bhakti anak cucu dengan mendoakan para sesepuh yang telah berpulang ke hadapan Allah SWT. Selain dengan cara berdo'a dan membaca tahlil bersama, nyekar juga dilengkapi dengan membaca surat Yasin.
Umumnya setelah berdo'a masing-masing peziarah menaburi bunga dan menambahkan wewangian pada tanah makam. Selain sebagai tanda bahwa makam tersebut sudah dikunjungi, dengan cara ini minimal kita masih hormat dan menghargai para leluhur.
Coba bayangkan. Jika anak cucu hanya datang untuk berdo'a sesaat saja lalu pergi tanpa memberi tanda, dan bahkan meninggalkan pemakaman yang dipenuhi semak belukar. Betapa menyedihkan keadaan seperti ini.
Orang akan menilai bila anak cucu tak ingat lagi dan juga tak menghargai para sesepuhnya. Walaupun sebenarnya kita datang ke makam bukan karena penilaian orang lain atas bhakti kita sebagai anak dan cucu.
Mari, berziarahlah dengan benar. Dan kita ambil pelajaran dari hal tersebut. Bahwa setiap yang hidup pasti mati. Semua makhluk tak ada yang kekal di bumi ini. Semoga kelak kita dapat kembali kepadaNya dalam keadaan yang terbaik di hadapanNya. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan