ASAJ vs GM
Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan ASAJ ( Asesmen Sumatif Akhir Jenjang di kelas sembilan. Masih seperti masa penilaian sebelumnya, pelaksanaan hari ini diawali dengan mata ujian Bahasa Indonesia.
Sebelum pelaksanaan ASAJ, semua guru sebagai pengawas ruang mendapatkan pengarahan dari Kepala Sekolah. Pengarahan tersebut terkait pelaksanaan ASAJ baik tentang tata tertib, kelengkapan peserta, maupun tekniknya.
Di sisi lain, sebagian guru diberikan tugas menyampaikan pembelajaran bagi kelas tujuh dan delapan secara daring. Proses pembelajaran ini sebagai upaya agar siswa di kelas tujuh dan delapan tidak mengalami gangguan karena ada kegiatan ASAJ.
Pelaksanaan pembelajaran secara daring ini sudah menjadi keputusan dari pejabat Dinas Pendidikan, yang disampaikan oleh Kepala Sekolah. Bahwa semua sekolah harus melaksanakan dan melaporkan proses pembelajaran tersebut.
Beberapa anak memang sangat antusias dengan pembelajaran secara daring. Namun, apakah semua siswa dapat menjangkau proses pembelajaran dengan Google meet ataupun zoom meeting?
Seharusnya jika kita bijak dalam bertindak, kita terlebih dulu membuat kesepakatan dengan siswa, tentang cara belajar bagaimana yang membuat mereka merasa lebih nyaman, tetap semangat, dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Bukankah sekarang sedang digalakkan Merdeka Belajar dan Merdeka Belajar? Mengapa masih ada kewajiban khusus untuk menerapkan satu metode pembelajaran?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan