Jalan yang Lapang
Hari masih pagi. Sinar mentari terasa hangat menerpa diri. Semilir sang bayu pun setia menemani. Raga yang kian renta tetap juga merasa lelah untuk memulai aktivitas. Rasanya ingin duduk santai atau hanya berbaring sembari menikmati pijat refleksi.
Tetapi semua jelas tidak terpenuhi. Bertumpuk buku dan perangkat administrasi lainnya masih belum tersentuh dan harus segera dituntaskan sebelum akhir masa tenggang. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan? Tetap bekerja di saat raga teramat penat? Ataukah kita terpaksa harus menutup mata, membiarkan pekerjaan tertunda hingga tiba akhir masa? Belum lagi, di sela tugas dan kewajiban kita, seringkali juga dihadapkan pada kegiatan lainnya sebagai manusia sosial.
Jalan yang lapang tanpa kita sadari sudah disediakan oleh Allah SWT. Niat yang kuat dan ikhlas dalam menghadapi semua tugas dan kewajiban, secara sempurna telah disediakan kemudahan dari-Nya untuk kita.
Seperti kejadian kemarin siang. Saya sangat lelah dengan aktivitas harian. Inginnya istirahat, tetapi ada beberapa tugas yang harus segera dikerjakan dan tidak dapat ditunda. Satu demi satu, tugas dapat diselesaikan tepat waktu.
Sudah sangat siang untuk ukuran jam pulang, saya masih berada di dekat gerbang sekolah. Namun saya tidak bergegas pulang. Kekuatan untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah seseorang, yang boleh dikatakan sebagai rumah duka, telah menambah kekuatan niat saya.
Rasa lelah perlahan musnah. Motor melaju di jalan desa yang rusak hingga menembus ke kota yang ramai. Namun berbeda dengan hari-hari biasanya, siang kemarin saya berkali-kali berucap syukur kepada Allah SWT yang telah menyediakan jalan lengang di depan saya. Sama sekali tak ada kemacetan, tak ada truk-truk yang berderet sepanjang jalan, bahkan lalu lalang anak-anak sekolah, para pegawai yang pulang kantor, dan aktivitas lalu lintas lainnya terasa disisihkan dari penglihatan saya.
Jalan yang lapang senantiasa memberikan kemudahan dan membuat kita semakin tenang. Semua berasal dari-Nya, dan kita melakukan sesuatu juga hanya karena-Nya, bukan untuk dilihat oleh sebagian manusia.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
