Keringat Sang Guru
Pagi telah terbit sang mentari
Mengiringi jejak sang guru
Menyusuri jalan terjal berliku
Di antara ilalang yang tak pernah layu
Hingga kemarau di ujung waktu
Kian menyengat sapaan sang surya
Sang Guru telah kembali ke dalam ruangnya
Yang dibatasi dinding kotak bercorak
Coretan anak-anak di seluruh sudutnya
Sang guru hanya tersenyum
Menatap sebuah lukisan lugu tentangnya
Keringat sang guru bercucuran
Layaknya air bah mengalir dari ketinggian
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tanya sang guru pada diri sendiri
Apakah aku telah salah mendidik mereka?
Hingga akhirnya tak ada lagi rasa percaya
Bahwa ilmu bukan hanya untuk diterima
Tetapi lebih utama di amalkannya
Sang murid mengangguk seolah mengerti
Tetapi sebenarnya mereka sedang asyik bermain gawai
Hingga lupa cara menghormat
Kepada sang guru yang rindu kasih tulusnya
Seperti dulu
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan