NURROHMAH PUJI MASTUTI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Inovasi, Pemanfaatan Limbah Bangunan untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati

Inovasi, Pemanfaatan Limbah Bangunan untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati

Sebagai seorang guru, saya memang sangat menyukai keindahan alam dan kebersihan lingkungan. Termasuk pelestarian keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna yang ada di Indonesia.

Kegemaran tersebut menjadi salah satu motivasi bagi saya untuk terus menumbuhkan inovasi kreatif di lingkungan sekitar. Kadang dengan memanfaatkan limbah anorganik berupa sampah plastik, kadang juga limbah lainnya seperti ban bekas maupun kain perca. Hal ini memang sudah mendarah daging sejak saya masih belia.

Keterampilan merajut pernah menjadi candu beberapa tahun yang lalu. Ketika remaja, saya pun mulai suka menjahit, mulai membuat pola hingga menjadi pakaian yang siap saya pakai sendiri. Selebihnya tidak. Sebab ada banyak kegiatan lain yang mesti saya lakukan.

Di era sekarang, saya melihat kreativitas di lingkungan sekitar semakin subur. Banyak generasi muda yang turut serta memanfaatkan limbah untuk peluang usaha. Namun beberapa hal kadang kurang diperhatikan. Misalnya, dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Salah satu alasannya mungkin untuk melestarikan alam butuh tenaga dan biaya. Waktu yang kita perlukan pun cukup menyita. Untuk itulah, inovasi kreatif penting kita tumbuhkan di sela sempitnya waktu dan kesempatan.

Kemarin siang, di hari pertama Tahun 2026, saya menyempatkan refresing bersama keluarga ke sebuah Minizoo di dekat wilayah tanah kelahiran. Tak terlalu jauh, sehingga hanya membutuhkan sekitar satu jam hingga tiba di lokasi agrowisata.

Melihat sebuah kandang unik dihuni oleh jenis hewan yang dilindungi, ide itu tiba-tiba muncul. Mungkinkah memanfaatkan limbah bangunan untuk membuatnya? Kandang mungil berbentuk segitiga itu terbuat dari rangka besi yang dikombinasikan dengan kawat dan genting. Ukurannya tak terlalu besar. Lebar hanya sekitar satu meter dengan panjang kurang lebih 2m dan tinggi sekitar satu meter. Bentuknya yang unik tentu menarik. Apalagi jika diisi dengan jenis hewan yang langka, menarik dan dapat dijadikan hiburan bagi banyak orang. Pemanfaatan bahan minimalis dapat dilakukan asal kita jeli dalam memilih.

T2, Kota Angin, 2 Januari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post