Jogja, Memang Terbuat dari Rindu
Seminggu sekali ke Jogja? Ada yang bilang, bosan ke pulau Jawa, khususnya ke Jogja. Masa iya? Bagi saya, Jogja memang benar-benar terbuat dari rindu. Jogja itu selalu istimewa. Bukan hanya karena destinasi wisata yang tersedia di sini sangat beragam. Namun selalu ada rindu untuk kembali menapakkan kaki di sini.
Pagi ini saya kembali ke Jogja. Tidak menunggu bulan berikutnya. Dua minggu lalu saya hanya mampir, numpang lewat saja karena rindu itu tak lagi dapat ditahan.
Awalnya, perjalanan liburan keluarga sepakat keliling Jawa Tengah. Khususnya Kota Batik Pekalongan. Dalam perjalanan, ternyata kami sekeluarga singgah di Kendal. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Batang, Brebes, Bumi Ayu, Magelang, hingga lewat saja di Jl. Malioboro.
Ah, Jogja. Rasanya rindu kembali ke sini tak pernah hilang. Selamat pagi Jogja. Kini hari beranjak siang. Bakpia Potret Jogja tak dapat dilupakan. Juga oleh-oleh lainnya. Perjalanan dilanjutkan ke destinasi lainnya dengan berziarah ke makam para Kyai dan waliyullah. Semoga bertambah berkah perjalanan kali ini.
T7, H10, Jogja, 10 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
