Senja yang Tak Lagi Merona
Redup
Berbalut kabut
Ataukah mendung yang turun
Menjelajahi buana
Hingga ke ujung samudra
Dan sang bayu tersipu
Malu-malu membelai reranting
Yang dingin
Senja itu
//
Tak lagi merona
Senjaku seperti dulu
Disambut pekik burung-burung kecil
Merindukan induknya
Menghampiri
Memeluk dalam hangat berlapis gerimis
Malam itu
// Senjaku tak lagi merona
Menyambut malam sunyi gulita
Tanpa cahaya lilin
Kala lampu-lampu menyisakan gelap
Di ujung hari nanti senyap
// H18, Kota Bayu, 18 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
