Etika Melewati Genangan Air
Pagi diawali dengan hujan. Berangsur-angsur surut dan tinggalkan genangan di tepi jalan. Di beberapa jalan pedesaan, air masih mengalir dari sawah yang ada di lereng pegunungan. Tentu hal ini tak dapat dihentikan dengan cepat.
Beberapa pemotor menyadari ada genangan. Mereka saling berbagi jalan. Motor pun melaju pelan. Tak lagi balapan meski perjalanan sudah kesiangan. Begitu pula yang saya lakukan. Meski yakin akan terlambat tiba di gerbang sekolah, saya berusaha mengalah dan memberikan peluang lebih besar kepada pengguna jalan lainnya.
Upaya ini untuk mengurangi cipratan air dari genangan yang masih mengalir hingga melewati tengah jalan.
Tak disangka, tetiba sebuah motor melaju kencang tepat disamping saya. Menyalip tanpa memberi tanda. Tanpa sadar, mulut pun mengucapkan kata-kata kasar kepadanya. Karena sangat terkejut dengan hadiah istimewa yang lumayan membuat seragam basah sebelah.
Masih dengan batin yang marah. Saya pun melaju tepat di belakangnya. Sebuah motor yang hampir saya hafalkan nomornya. Saya tersadar dengan berpuluh istighfar. Inikah etika sekarang? Bahkan seseorang yang sudah berumur pun tak lagi punya etika saat melewati genangan. Bagaimana dengan anak-anak mereka? Generasi muda sekarang banyak yang kurang peduli dan tak punya etika lagi. Teladan sebagian orang tua telah dilupakan. Ataukah orang tua sekarang memang tak lagi mengajarkan keteladanan?
Sepanjang perjalanan angan saya menjauh. Hari masih pagi. Banyak orang terburu-buru berangkat bekerja dengan pakaian yang masih bersih dan baru. Tentu mereka berusaha menjaga untuk tetap bersih hingga pekerjaan selesai. Tetapi yang terjadi? Karena etika tak lagi dijunjung tinggi, perjalanan pun menjadi cerita yang dipenuhi emosi.
Kota Bayu, 12 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
