Kembang Ungu
Sejak tiga hari yang lalu, saya lihat kuncup kembang ungu sudah mulai tampak di ujung batang yang menjuntai di gazebo. Sengaja saya biarkan kali ini. Bahkan untuk mendekati pun tidak saya lakukan. Inginnya sih mengabadikan setiap momen kecantikan yang ia tampilkan. Tetapi gawaiku sedang gangguan. Khawatir mati lagi seperti minggu lalu.
Kembang ungu itu bukan aku yang menanam. Sudah beberapa bulan lalu, atau kalau tidak salah sudah lebih setahun berlalu. Saat itu kami membenahi taman sekolah. Tiba-tiba setelah kurang lebih satu bulan, tumbuhlah batang dan daun bunga seperti yang kutanam di rumah. Tanaman itu hampir mati. Hidup segan, mati tak mau. Begitulah.
Kucoba merawatnya. Kuberikan penyangga dan kusembunyikan dari pemangkasan. Akhirnya tanaman itu tumbuh subur. Anak-anak pun tahu kalau aku menyukai bunga itu. Sesekali mereka ikut merawatnya. Menyiram dan menali batangnya.
Kini si Kembang Ungu sudah semakin subur. Menunjukkan bhakti sebagai penghias taman yang berada tepat di pinggir lapangan, di depan ruang guru.
Kota Bayu, 8 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
