Praktikum Tertunda
Sepulang kerja kemarin siang, aku mampir ke sebuah toko di tepi jalan. Lumayan besar tokonya. Setara dengan market di pinggiran kota meski letaknya dekat dengan persawahan di tengah pedesaan.
Suasana agak sunyi. Hanya ada beberapa pembeli. Di luar, cuaca mendung. Mungkin banyak orang sengaja tak belanja siang itu.
Menuju rak paling belakang, kulihat barang yang kucari tak ada. Aku berputar mengelilingi dia rak deretan selatan. Serbuk Citroen kuambil satu renteng, tisu satu bungkus, dan sampho sachet satu renteng.
Kembali aku mencari sesuatu di rak belakang. Hanya ada berbagai jenis sabun dan detergen. Di sebelahnya juga hanya deretan tepung dan bumbu masak berupa rempah-rempah yang dikemas dalam plastik kecil.
Suasana lengang. Tak ada pembeli lainnya saat itu. Seorang pramuniaga berjalan di dekatku. Aku pun bertanya kepadanya.
"Aku nyari cuka makan. Di mana ya, Mbak?" tanyaku sembari menjinjing tas belanja yang hanya kuisi setengahnya.
"Ibu lurus saja. Nah di situ, paling depan, Bu," jawabnya ramah.
Usai mengambil dua botol cuka makan, segera aku ke kasir. Kuberikan uang warna merah, ternyata masih ada kembalian. Bergegas aku keluar dan berniat pulang. Tetiba tanpa kusangka, motorku tak ada. Kemana ya? Pikirku.
Seseorang mungkin memindahkan dan mengamankan helm hitam milikku. Benar juga. Motorku ada di sela dua motor lainnya. Usai mengenakan mantel karena sudah terlanjur hujan, aku pun pulang dan malam harinya ku lanjutkan menata bahan yang kubeli. Bahan-bahan untuk praktikum hari ini.
Tiba di sekolah tadi pagi, seseorang memberitahuku bahwa masih ada agenda sosialisasi untuk kelas sembilan. Padahal jadwalku hari ini semuanya kelas sembilan dan sudah merencanakan praktikum asam basa.
Pada jam pelajaran IPA, aku masuk seperti rencana. Namun baru sekitar sepuluh menit, benar juga ternyata ada sosialisasi dari SMA. Praktikum pun tertunda. Anak-anak kecewa.
H4, Kota Bayu, 4 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
