Tunas Jamur
Kali pertama menanam jamur tiram, ada keraguan menyelinap di dalam hati. Memang benar ini tunas jamur tiram? Batinku bertanya-tanya karena wujudnya jauh berbeda dengan jamur yang biasanya kubeli di pedagang sayur.
Lumayan lama menunggu tumbuhnya jamur semenjak awal pembuatan media. Setelah media berubah warna dari coklat menjadi putih rata, di beberapa bagian tampak bulatan kecil menyerupai telur semut. Sungguh kecil dan imut.
Beberapa jam kemudian, si imoet semakin membesar dengan tangkai kecil di bawahnya. Tangkai itu tampak menyatu seperti jemari yang ditata berjajar. Ternyata setelah dua puluh empat jam, tumbuhnya tunas jamur tiram terlihat lebih cepat. Payungnya semakin besar dan lebar.
Jika ada payung yang berhimpitan, ternyata tumbuhnya menjadi tidak rata. Beberapa bagian tepi payung tampak melengkung. Tak lama setelah semakin tinggi dan besar, rumpun jamur tiram siap dipanen. Untuk tunas berikutnya, yah, harus sabar lagi menunggunya.
H3, Kota Bayu, 3 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
