Di Persimpangan Jalan Itu
Di persimpangan jalan itu
Menatap pilu seorang dara
Sendiri dalam nestapa
Rindukan peluk sayang Ibunda
//
Di tepi jalan itu
Ia berhenti ragu
Pulang ataukah pergi menjemput Ibu
Di belantara kota tak tentu
//
Ia kembali terpaku
Di persimpangan jalan itu
Bermandikan debu
Dari roda-roda yang terus melaju
//
Deru kendaraan tak dihiraukan
Di persimpangan jalan itu
Dia berhenti
Rasakan hidup tiada guna lagi
//
Jangan, Sayang
Ucap seorang ibu menatapnya
Meski ia bukan perempuan Ibunda darinya
Namun kasihnya tulus seluas samudera
Kota Bayu, 15 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
