Puthu Tegal, Kue Tradisional yang Dirindukan
Dulu di awal tahun dua ribuan, aku berkesempatan mencicipi makanan ini. Rasanya enak, manis dan gurih dengan balutan kelapa muda yang diparut. Adonannya lembut, lentur, dan berisi pisang matang. Sudah manis, masih juga ditambahkan taburan gula halus sebagai pelengkapnya.
Namanya puthu Tegal, kata tetanggaku saat kutanyakan. Sebab aku sudah lupa namanya. Kue tradisional berbahan tepung ketan ini kadang dapat ditemukan di pedagang makanan, atau di toko kue. Tetapi jarang.
Merindukan puthu Tegal, bagiku setara dengan mengenang cerita masa lalu. Ketika awal pernikahan di tahun dua ribuan, hidupku masih sangat susah. Belum punya rumah, dan hidup di kontrakan dengan kondisi seadanya. Kadang air masih sangat kurang. Belum ada mesin pompa. Mengambil air masih dengan sumur pompa dengan tenaga manusia. Pernah suatu hari, air hanya keluar sedikit. Kutarik besi pemompa, kuhitung hingga lima ratus tarikan. Namun air yang keluar tak mampu memenuhi kolah kecil di kamar mandi rumah kontrakan. Kolah yang hanya berukuran kurang dari satu meter kubik.
Di sebelah rumah kontrakan, seorang wanita setengah baya sering menasehati dan memberikan banyak bantuan kepadaku. Tak hanya air, tetapi juga nikmat bertetangga layaknya ada seorang Ibu yang memperhatikanku setiap hari. Tak hanya tentang urusan rumah tangga, makan, tetapi juga dari beliau aku belajar tentang cara bersosialisasi dengan bijak bersama para tetangga di perumahan.
Malam ini kue puthu Tegal ada di hadapanku. Kue yang mengingatkanku pada banyak kenangan saat itu. Al Fatihah. Semoga setiap orang yang telah membersamaiku mendapatkan pahala kebaikan yang berlimpah ruah. Aamiin
Kota Bayu, 5 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
