Telah Larut
Tak hanya kabut di depanku
Gerimis senja mengiringi ratapku
Sunyi dalam dingin beku
Kala rasa itu telah layu
Satu satu kuhitung dengan jemariku
Masih adakah ingin kurasakan?
Ketika hujan deras basahi dedaunan
Hingga sang bayu meniup menerjang
Terasa sunyi juga di persimpangan
Kala rasa itu semakin pudar
Telah larut
Usia kian surut
Nikmat lidah pun telah berkurang
Rasa ingin pun perlahan menghilang
Kecuali hanya satu
Terus melangkah mencari damai
Di sisi-Mu
Dalam do'a yang tak lelah kupanjatkan
Harapkan segalanya dipenuhi kenikmatan
Bersama ridho-Mu
Di malam
Yang telah larut
Kota Bayu, 16 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
