NURROHMAH PUJI MASTUTI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Telah Larut

Telah Larut

Tak hanya kabut di depanku

Gerimis senja mengiringi ratapku

Sunyi dalam dingin beku

Kala rasa itu telah layu

Satu satu kuhitung dengan jemariku

Masih adakah ingin kurasakan? 

Ketika hujan deras basahi dedaunan

Hingga sang bayu meniup menerjang

Terasa sunyi juga di persimpangan

Kala rasa itu semakin pudar

Telah larut

Usia kian surut

Nikmat lidah pun telah berkurang

Rasa ingin pun perlahan menghilang

Kecuali hanya satu

Terus melangkah mencari damai

Di sisi-Mu

Dalam do'a yang tak lelah kupanjatkan

Harapkan segalanya dipenuhi kenikmatan

Bersama ridho-Mu

Di malam

Yang telah larut

 

Kota Bayu, 16 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post