Idul Qurban bersama Teman
Entah sudah berapa tahun aku bersama teman-teman guru menabung untuk berqurban. Ibadah istimewa bagiku, karena hanya dapat kulakukan sesekali saja. Kadang setahun sekali, kadang dua tahun sekali. Tergantung kelompok teman-teman yang siap berqurban.
Sejak para guru menabung setiap bulan, para murid tak lagi ditarik iuran latihan qurban. Karena kami menyadari, kondisi keuangan orang tua mereka tidak pasti.
Usai sholat Ied di sekolah, aku tak langsung pulang. Menunggu penyembelihan qurban dan turut menyiapkan daging sesuai takaran untuk dibagikan.
Hari ini saatnya cuti bersama. Alhamdulillah daging qurban sudah dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Yang paling utama tentu para murid, baru lainnya diberikan ke warga sekitar sekolah.
Melihat tayangan berita seluk-beluk qurban di media sosial, membuat hati menyimpan rasa yang berbeda. Bercampur aduk antara haru, lucu, dan kecewa. Terharu saat menyaksikan beberapa kisah kedekatan pemilik hewan qurban dengan hewan yang akan diqurbankan. Ada tangisan tak hanya pada sang pemilik, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang turut menyaksikan. Bahkan hewan qurban pun ada yang meneteskan air mata seakan tahu akan berpisah selamanya dengan sang pemilik yang telah merawatnya dengan baik.
Kelucuan dalam kisah qurban, terjadi ketika hewan qurban berulah. Ada yang lari, ada juga yang menyerang dan mengajak balapan di jalan raya. Sungguh yang membuat seringkali kecewa, tak hanya kurang kepedulian saat penyembelihan, dengan membiarkan hewan qurban lainnya melihat secara langsung proses penyembelihan sesama hewan. Tetapi dalam proses penyiapan pembagian daging qurban, masih ada orang yang tega menyembunyikan daging di bawah paha, dan dengan sembunyi-sembunyi membawa daging untuk kebutuhan sendiri. Padahal daging tersebut ketika di rumah mesti dimasak untuk keluarga. Lalu, bagaimana keberkahan didapat, jika sebagian daging diambil dengan kecurangan dan bahkan pencurian?
Kembali Menulis
Kota Angin, 28 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
