Becak Hantu
Tantangan menulis 365 hari ke-1476 tanpa jeda
Becak Hantu
Bagian 3
Rado rela menunggu, meski dia merasa sangat ketakutan berada di sekitar tempat perkuburan warga. Begitu sudah menunggu bapak tua itu lebih dari setengah jam, bapak itu tak muncul juga. Rado mulai gelisah dan curiga, dalam benaknya terpikir, jangan-jangan bapak tua itu hantu?
Baru saja habis berpikir seperti itu, muncul bayangan berpakaian serba putih yang melayang di atas tempat perkuburan warga. Rado jelas melihat wajah hantu itu, yang tak lain bapak tua penarik becak yang ditumpanginya. Rado melihat jelas hantu itu, karena matanya mengeluarkan sinar kemerahan dan pada saat itu juga sedang bulan purnama, malam Jumat.
Rado lalu berdoa dan membaca ayat-ayat pendek Al-Quran. Tak lama kemudian hantu itu menghilang. Ternyata hantu itu tidak mencelakai Rado, hanya menakut-menakuti saja.
Pada saat hantu itu menghilang, Rado berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu. Begitu berada di jalan besar menuju kampungnya, dia nekat berjalan kaki menuju ke rumahnya yang masih berjarak sekitar empat kilometer. Kurang dari satu jam kemudian, dia sudah sampai di rumahnya yang sederhana.
Begitu berada di teras rumahnya, dia cepat-cepat mengetuk pintu.
”Emaaaak...buka pintunya.”
Ibunya yang sudah tua berumur sekitar 70 tahun segera membukakan pintu rumahnya.
”Syukurlah kau sudah pulang anakku. Tapi mengapa napasmu ngos-ngosan?”
”Aku bertemu hantu Mak.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
