Becak Hantu
Tantangan menulis 365 hari ke-1474 tanpa jeda
Becak Hantu
Bagian 1
Rado malam itu pulang kampung kemalaman menuju tempat kelahirannya, karena pesawat yang ditumpanganinya menuju kota provinsinya delay lebih dari dua jam, bus yang ditumpanginya untuk menuju ke kota kabupaten mengalami kerusakan lumayan lama. Akibatnya dia tak mendapatkan ojek motor yang biasa mangkal di simpang jalan menuju ke kampungnya.
Dia kebingungan beberapa menit di simpang jalan menuju ke kampungnya. Mau cari penginapan tidak ada, cari alternatif pengganti ojek motor juga tidak ada, sedang saat itu hujan turun gerimis, di lokasi itu dia tak melihat seorangpun, karena rumah-rumah yang ada di sekitar itu tak banyak dan semuanya tak ada yang membuka pintu rumahnya, bahkan beberapa rumah gelap, mungkin pemilik rumah itu sedang berpergian atau rumah tersebut tak ditempati oleh pemiliknya.
Di tengah kebingungannya itu, tanpa dia ketahui datangnya dari arah mana, tiba-tiba ada becak mendekatinya. Penarik becak itu yang sudah paruh baya menawari Rado untuk menaiki becaknya.
”Mas, mau pulang ke mana?”
”Ke Kampung Batu Merah.”
”Wah...lumayan jauh dari sini, naik becak saya saja Mas. Jam-jam begini tak ada lagi ojek Mas.”
”Ke kampung saya, biayanya berapa Pak?”
”Bayar saja seikhlasnya, Mas.”
”Baik Pak, aku mau naik becak Bapak.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
