Bus Terakhir
Tantangan menulis 365 hari ke-1463 tanpa jeda
Bus Terakhir
(Bagian 3)
Iwan hanya bisa berteriak minta tolong.
”Tolooooong...tooolooooooong...!”
”Tenaaang...Kakaaak...hotelnya masih jauh.”
”Tolooooong...tooolooooooong...!” Iwan berteriak lagi dengan suara keras.
Meski teriakannya keras sekali, teriakannya tak terdengar sama sekali oleh siapapun, termasuk oleh dirinya sendiri. Keranda yang didudukinya terus bergerak melayang dengan kecepatan tinggi menuju ke dalam hutan jati. Akhirnya Iwan pasrah saja.
Begitu masuk ke dalam hutan jati tersebut, yang di depannya ada jurang yang sangat dalam, keranda mayat yang dinaiki Iwan terus bergerak lebih cepat lagi menerobos kegelapan malam.
Mendekati jurang tersebut, keranda itu menabrak pohon jati, sehingga keranda itu tak sampai jatuh ke jurang. Usai kejadian itu Iwan pingsan, karena mengalami benturan yang sangat keras, tapi dirinya tidak lecet sedikitpun lantaran badannya menempel lengket di atas keranda.
Ketika pagi hari tiba, Iwan baru siuman. Dalam kondisi kedinginan, dia bisa bangkit dari keranda mayat tersebut, karena dirinya tidak menempel lagi di keranda mayat itu.
Selanjutnya Iwan pergi meninggalkan tempat itu, mengikuti jalan setapak yang ada. Untunglah dia tidak nyasar ke mana-mana. Sekitar setengah jam meninggalkan tempat kejadian, dia sudah berada di pinggir jalan raya.
(Bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
