Hantu di Perkuburan Desa
Tantangan menulis 365 hari ke-1465 tanpa jeda
Hantu di Perkuburan Desa
Bagian 1
Malam itu usai mengerjakan tugas kantor, Yusdi merasakan lapar. Mau masak di dapur dia malas, minta tolong pada istrinya untuk masak makanan kesukaannya, istrinya sudah tidur, dia tidak mau mengganggu dan membangunkan istrinya.
Yusdi akhirnya memutuskan untuk pergi ke pasar saja, untuk membeli makanan di rumah makan padang, pikir Yusdi rumah makan padang pasti masih banyak yang buka, sebab belum larut malam.
Yusdi langsung mengeluarkan motornya menuju ke pasar yang jaraknya sekitar empat kilometer. Untuk menuju ke pasar Yusdi harus melewati jalan sepi, karena rumahnya berada di pinggiran kota kecamatan.
Baru sekitar empat menit meninggalkan rumahnya, Yusdi merasakan ban motornya kempes. Untuk memastikan dugaannya itu, dia berhenti sebentar di jalan sepi yang tak jauh dari perkuburan warga Magang Agung buat memeriksa ban motornya. Ternyata dugaannya benar, ban motornya memang kempes, mungkin tertusuk paku di jalan yang dilewatinya.
Yusdi mulai bimbang, mau pulang ke rumah atau meneruskan perjalanannya ke pasar. Akhirnya Yusdi memutuskan untuk lanjut ke pasar, pertimbangannya pasar sudah dekat dan siapa tahu di pasar masih ada bengkel motor yang buka sehingga bisa menambal ban motornya yang bocor.
Kemudian Yusdi dengan penuh semangat menuntun motornya menuju ke pasar. Belum jauh menuntun motornya bajunya sudah basah dipenuhi keringat.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
