Hantu di Perkuburan Desa
Tantangan menulis 365 hari ke-1468 tanpa jeda
Hantu di Perkuburan Desa
Bagian 4
”Ya tahulah, anak saya Badu rekan Pak Yusdi di kantor.”
”Oh...ya, saya baru teringat tempo hari saya pernah ke rumah Bapak bersama Pak Bedu. Sebelum pulang, mari masuk ke rumah saya dulu, kita ngopi.”
”Tak usah repot-repot Pak, Insyaallah lain kali saja. Kami mau melanjutkan perjalanan dahulu.”
Selanjutnya Yusdi menyalami keduanya seraya mengucapkan terima kasih lagi.
”Terima kasih Bapak-bapak.”
”Sama-sama Pak.”
Kemudian kedua orang itu pergi meninggalkan halaman rumah Yusdi, setelah kedua orang itu sudah pergi jauh Yusdi baru masuk ke rumahnya, karena istrinya sudah membukakan pintu, sebab istrinya sudah terbangun dari tidurbya. Melihat suaminya yang jalan terpincang-pincang, Juliani sang istri bertanya ke Yusdi.
”Kenapa lutut dan sekitar jari kaki Papa terluka, mengalami kecelakaan bermotor ya?”
”Bukan Ma, Papa terjatuh berlari bertemu hantu.”
Mendengar kata hantu, Juliani langsung memeluk suaminya.
”Mengapa Mama memelukku?”
”Aku takut Pa.”
”Takut apa nafsu?”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
