Kursi Goyang Antik
Tantangan menulis 365 hari ke-1460 tanpa jeda
Kursi Goyang Antik
(Bagian 10)
”Aku menduduki kursi itu hanya ingin membuktikan saja, apa benar omongan yang dikatakan Papa. Eh...ternyata benar.”
”Kau tidak perlu minta maaf ke Papa, kau tidak sepenuhnya bersalah, Papa justru setuju dengan sikap ingin tahumu, yang ingin membuktikan kebenaran sesuatu, tidak asal menerima saja informasi dari seseorang.”
”Sudah...tidak perlu dibahas lagi kejadian itu, ambil hikmahnya saja atas apa yang sudah terjadi, yang penting cucu Nenek yang cantik ini sudah selamat. Yuk kita tidur saja, sayang.” ajak sang nenek ke Lusi.
Lusi karena memang sudah ngantuk, dia menurut saja ajakan sang nenek, lalu dia bersandar ke badan neneknya. Tak berapa lama kemudian keduanya sudah tertidur.
Sebenarnya Mirna juga mau tertidur, karena khawatir suaminya ngantuk saat sedang menjalankan mobil tersebut, dia menahan rasa kantuknya dan terus menerus mengajak suaminya ngobrol, agar suaminya tidak mengantuk.
Mobil yang dikemudikan Herman terus melaju dengan kencang, menjelang zuhur, mereka sudah tiba di rumah mereka yang ada di kompleks perumahan elit di pusat kota Palembang.
(Selesai)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
