Drs.Sunindio

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kursi Goyang Antik

Kursi Goyang Antik

Tantangan menulis 365 hari ke-1459 tanpa jeda

Kursi Goyang Antik

(Bagian 9)

”Kalau begitu, saya titip uang ini sebagai sumbangan kami untuk pengembangan pesantren Bapak.”

”Kalau begitu keinginan Bapak, uangnya saya terima. Terima kasih Pak.”

”Sama-sama Pak. Sayalah yang banyak berterima kasih ke Bapak.”

”Sama-sama Pak.”

Tak berapa lama kemudian Kyai Udin pamit pulang. Dia pulang mengendarai mobil milik pesantrennya yang dikemudikan oleh Mamat, sopirnya.

Keesokan harinya Herman sepakat dengan istrinya untuk mempersingkat liburannya di desa itu. Pagi-pagi sekali mereka pergi meninggalkan rumah Mirna, pulang ke kota mengajak Mirna ikut serta ke kota untuk tinggal beberapa minggu di rumahnya, karena Herman dan anak istrinya belum puas kumpul bersama dengan Mirna.

Di dalam perjalanan menuju ke kota, Lusi minta maaf ke papanya.

”Pa, maafkan aku yang melanggar pesan Papa, sehingga mengacaukan liburan kita.”

Sebelum Herman sempat menjawab, sang mama mengajukan pertanyaan ke Lusi.

”Kamu melanggar pesan papa, karena lupa atau karena tidak percaya dengan omongan papamu ketika itu.”

(Bersambung)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post