Sekolah Berhantu
Tantangan menulis 365 hari ke-1448 tanpa jeda
Sekolah Berhantu
(Bagian 2)
Begitu keenam rekannya terbangun, salah satu di antara mereka tidak terima dirinya dibangunkan.
”Ah, kalian bercandanya keterlaluan, aku lagi enak-enak tertidur dibangunkan, mana hantunya? Tidak ada penampakannya.” ujar Sahani.
Baru saja Sahani berujar seperti itu, belum sempat rekan-rekannya menanggapi, terdengar lagi tawa hantu tersebut.
”Hihihi...hihihi...hihihi...hihihi....”
Mendengar tawa itu, Sahani baru percaya kalau benar ada hantu. Karena dia sangat ketakutan, cepat-cepat dia memeluk Tomi yang ada di dekatnya.
”Hiii...Pak Sahani homo ya?” bisik Tomi.
”Enak saja bilang aku homo, aku lelaki tulen.” ujar Sahani setengah berbisik.
”Mengapa memelukku erat sekali?”
”Aku takut.”
”Semua yang ada di sini ketakutan, tapi hanya Pak Sahani saja yang memeluk rekannya, yang lain tidak tuh.”
Mendengar itu cepat-cepat Sahani melepaskan pelukannya, lalu merapatkan tubuhnya dengan rekannya yang lain.
”Hihihi...hihihi...hihihi...hihihi...kalian takut ya?”
(Bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
