Sekolah Berhantu
Tantangan menulis 365 hari ke-1449 tanpa jeda
Sekolah Berhantu
(Bagian 3)
Semua guru yang ada di ruang itu, tak menyahuti omongan hantu, mereka sedang fokus membaca ayat-ayat suci Al-Quran dan terus berdoa kecuali Sahani diam saja. Namun saat dia tahu rekan-rekannya sedang membaca ayat-ayat suci Al-Quran dan berdoa, akhirnya dia ikut membaca juga ayat-ayat suci Al-Quran dan baca doa.
Merasa dirinya tak ditanggapi dan terkesan tak ditakuti, hantu itu kemudian menampakkan wujudnya, lalu terlihatlah sosok seorang kakek yang berpakaian serba putih, badan kurus, muka keriput, matanya mengeluarkan sinar merah, rambut panjang warna putih semua dan melayang tak menginjak lantai ruang guru tersebut. Sosok hantu itu terlihat, karena sinar merah yang keluar dari matanya membuat ruang guru itu menjadi temaram.
”Aku datang untuk menghukum kalian yang merusak tempat tinggal kami. Aku akan mencekik kalian semua, sehingga kalian semua meninggal di sini. Hihihi...hihihi...."
Saat hantu itu sudah semakin mendekat, secara tiba-tiba hantu itu terpelanting mundur ke belakang sekitar dua meter, lalu berteriak dengan suara yang keras melengking dan menakutkan, membuat semua guru yang ada di ruang itu semakin merinding karena ketakutan.
”Paaanaaaas...paaaanaas, badanku terbakaaar...” ujar hantu itu
Sebelum hantu itu menghilang dia sempat mengancam para guru yang ada di ruang itu.
”Aku akan datang lagi nanti...untuk mencelakai kalian.”
(Bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
