Balas Dendam
Tantangan menulis 365 hari ke-1494 tanpa jeda
Balas Dendam
Bagian 5
”Tiada maaf bagimu, kau pengecut, menyerangku dari arah belakang.”
Kemudian hantu tak berkepala itu mencekik Gatot, hingga badannya kejang-kejang, kemudian tak bergerak. Usai membunuh pembunuhnya, hantu itu meninggalkan tempat itu untuk menemui Fikri, pencuri bertopeng. Begitu sampai ke rumah yang dituju, ternyata Fikri sedang makan malam bersama istrinya.
Begitu melihat hantu tak berkepala itu, istri Fikri langsung pingsan.
”Maafkan aku, jangan bunuh aku.” ujar Fikri.
”Mana kepalaku?”
”Kepalamu aku tarok di hulu desa pada tepi jalan yang sepi tak jauh dari rumah-rumah warga desa ini.”
”Kau memang keterlaluan.”
”Maafkan aku, jangan bunuh aku.”
”Tiada maaf bagimu.”
Kemudian hantu itu mencekik Fikri, pencuri bertopeng itu, hingga lidahnya menjulur, lalu tak bergerak lagi, karena dia sudah menemui ajalnya. Usai membunuh kedua orang yang dicarinya, kemudian hantu itu mencari kepalanya.
Begitu kepalanya sudah ditemukannya, dan menyatu dengan badannya, ada salah seorang warga desa Kemuning yang pergi ke sawah, yang letak sawahnya bersebelahan dengan sawah almarhum, melihat jenazah Amri tak jauh dari pondoknya.
Yang menemukan jenazah Amri itu, kemudian memberitahukan penemuannya ke warga desa Kemuning, akhirnya warga desa kemuning menguburkan jenazah Amri secara benar, sejak itu tidak ada lagi warga Desa Lambungan melihat hantu di desa mereka.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
