Bangunan Kecil yang Ada Penunggunya
Tantangan menulis 365 hari ke-1484 tanpa jeda
Bangunan Kecil yang Ada Penunggunya
Bagian 7
”Aku setuju, dengan cara itu kita tak perlu merogoh kocek dalam-dalam.” jawab Amir.
”Aku menurut saja.” kata Budi yang terlihat masih lemas.
Selanjutnya mereka berkemas dan membongkar tenda mereka, setengah jam kemudian mereka sudah menempati kamar hotel. Tiga hari kemudian saat mereka mau check out dari hotel tersebut, petugas hotel yang menolong membawakan barang-barang mereka ke motor, bercerita.
”Lain kali kalau mau berlibur di sini, jangan berkemah di tempat ujung sana, di sana ada jin penunggunya. Makanya di tempat itu meski ada bangunan kecil itu yang bersih, dan pantainya yang indah, tempat itu selalu sepi. Orang tak berani berkunjung ke sana.”
”Begitu ya Mas?” tanya Budi.
”Iya.”
”Jinnya bisa mencelakai orang yang berkunjung ke sanakah?” tanya Amir.
”Tidak sih, hanya menakuti saja. Kalau dia mau mencelakai pengunjung, Pasti Mas Budi sudah celaka.”
”Iya juga...ya.” ujar Budi.
Berikutnya mereka mengucapkan terima kasih dan memberi uang tip pada petugas hotel itu.
”Terima kasih ya.” kata petugas hotel itu.
”Ya, sama-sama.” kata ketiganya hampir bersamaan.
Selanjutnya Amir, Budi dan Tito meninggalkan hotel tersebut mengendarai kendaraan masing-masing untuk pulang ke rumah mereka.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
