Bangunan Kecil yang Ada Penunggunya
Tantangan menulis 365 hari ke-1480 tanpa jeda
Bangunan Kecil yang Ada Penunggunya
Bagian 3
Setelah mendapatkan banyak cacing, untuk umpan pancing mereka, barulah mereka mulai mancing. Berkali-kali melemparkan mata kail ke dalam air rawa-rawa itu, tak satu kalipun umpan pancing mereka di makan ikan.
”Ikan di sini sepertinya sedang puasa.” seloroh Tito.
”Bukan sedang berpuasa, tapi dia tidak doyan makan cacing.” timpal Amir.
”Bukan dua-duanya, ikan tak mau makan umpan kita, lantaran dilarang oleh hantu penunggu area ini.” Budi ikut komentar.
”Huss...hati-hati teman kalau bicara.” ujar Amir
Mendengar komentar temannya, Budi diam saja. Bosan memancing tak mendapatkan ikan, akhirnya mereka bertiga menuju ke tenda mereka. Baru saja berada di dekat tenda, Budi mengajak kedua temannya untuk mandi lagi.
”Mumpung hari masih terang kita mandi lagi yuk.”
”Yuk, kebetulan aku sekalian mau buang air besar di dalam air laut nanti.” jawab Amir.
”Aku juga mau buang air besar.” ujar Tito.
Mereka kemudian mandi lagi. Mereka mandi agak berjauhan, karena Amir dan Tito mau buang air besar dalam air laut. Untuk menghindari kotoran kedua temannya, jangan sampai mengenai badannya, Budi terus menjauhi kedua temannya. Tak berapa lama kemudian Budi menjerit.
”Aduuuuuuh...aduuuuuh...!”
Kedua temannya terkejut dan hampir bersamaan bertanya.
”Adaa...apaaaa...teman?”
”Sepertinya aku menginjak bulu babi, kakiku terasa nyeri sekali.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
