Hantu Sopir Minibus
Tantangan menulis 365 hari ke-1499 tanpa jeda
Hantu Sopir Minibus
Bagian 5
”Hihihi...hihihi...aku tak mau bernego, mau atau tidak? Kalau kau tak mau aku cekik kau dan istrimu sebentar lagi.”
”Ba...baik, aku akan melakukannya.”
Ari langsung mengambil pistol rakitan miliknya, begitu dia mau keluar dari pintu rumahnya, hantu itu berkata.”Aku tetap mengikutimu, tapi aku tak menampakkan diri, agar kau tak takut, sehingga tembakanmu nanti tepat sasaran.”
Ketika Ari sudah berada di luar rumahnya, hantu itu tak terlihat lagi. Karena ketiga rumah temannya berdekatan dengan rumahnya, Ari hanya berjalan kaki menuju ketiga rumah temannya itu.
Rumah pertama yang di datangi Ari, rumah Santo. Begitu dia berada di depan pintu rumah, Ari menggedor pintu rumah itu. Saat Santo membukakan pintu rumahnya, belum sempat Santo berkata apa-apa, Ari langsung menembak dada Santo, temannya itu meninggal seketika dan jatuh roboh ke lantai rumahnya dengan darah merah yang mengotori sekitar pintu rumahnya.
Agar tak diketahui warga di sekitarnya, kalau dia sudah membunuh Santo, Ari cepat berlari menuju ke rumah Budi temannya yang lain. Begitu berada di ruang tamu, mereka sempat ngobrol sebentar berdua saja, karena Budi masih bujangan.
”Tumben kau bertamu jam segini, apa kau tidak takut dengan hantu yang sering dilihat warga di desa kita ini.”
”Sekarang aku sedang diikuti hantu, aku disuruh menembakmu.”
”Jangan...jangan lakukan itu, padaku.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
