Hantu Sopir Minibus
Tantangan menulis 365 hari ke-1497 tanpa jeda
Hantu Sopir Minibus
Bagian 3
Usai merampok semua penumpang minibus itu, pada saat keempat perampok itu hendak pergi meninggalkan minibus itu, seorang perampok yang masih kesal dengan Manan karena membangkang saat disuruh berhenti, menembak Manan dua kali hingga Manan meninggal seketika. Mayat Manan dengan bantuan temannya kemudian dibuang ke sungai yang ada di dekat TKP.
****
Keesokan harinya, polisi mengevakuasi semua penumpang yang menjadi korban, yang meninggal dibawa ke RSUD untuk divisum, minibus yang mengalami rusak berat ditarik ke kantor polisi.
Malam harinya, Manan yang meninggal dengan cara dibunuh dan tidak dikuburkan serta terhanyut di sekitar pemukiman warga di daerah itu, arwahnya menjadi hantu dan ingin menuntut balas dengan empat perampok yang sudah merampok penumpangnya dan membunuhnya.
Hantu Manan tiba-tiba saja muncul di desa tempat mayat Manan tersangkut di tiang rumah penduduk, yang rumahnya berada di tepi sungai. Melihat ada sosok hantu yang tiba-tiba muncul di jerambah yang ada di sungai, banyak warga desa yang menjerit ketakutan saat mereka hendak berwudu.
”Hantuu...ada hantuuu...!”
”Pak toloong...ada hantuuu...!”
”Tolooong...toloong...!”
Dalam sekejap saja jerambah itu menjadi sepi. Orang di sekitar jerambah malam itu, semuanya tak berani keluar rumah. Banyak toko dan warung penjual makanan dan minuman di sekitar itu langsung tutup.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
