Rumah Berhantu
Tantangan menulis 365 hari ke-1488 tanpa jeda
Rumah Berhantu
Bagian 4
Belum sempat hantu itu menghitung, Sadikun sudah keluar dari dalam selimut, sambil berkata.”Ja...ja...jangan cekik akuu....”
”Mengapa kau berani menempati rumahku?” ujar hantu itu yang tak lain arwah Halima, istri Ali.
”Aa...aku sudah membeli ru...ru...rumah ini pada suamimu....” jawab Sadikun tergagap.
”Mengapa kau membeli rumah ini, padahal setiap malam Jumat aku mengunjungi rumahku ini.”
”Aa...aa...aku tidak tahu...”
”Sebaiknya kau pergi sekarang, kalau tidak aku akan mencekik kalian berdua.”
Meski takut mau dicekik, Sadikun masih punya nyali untuk bertanya ke hantu itu.
”Bagaimana de...de...dengan...u...u...uang kami yang terlanjur sudah di bayar membeli rumah ini ke su...suamimu?”
”Saya ganti, yang penting malam ini juga kalian harus meninggalkan rumah ini.”
Setelah berkata, hantu itu menghilang dan tak lama kemudian ada karung goni yang terjatuh dari atas penuh berisi uang, sebagian uang logam, sebagian lagi uang kertas yang menimpa kaki Melati, membuat istri Sadikun sadar dari pingsannya.
Mendapatkan uang yang banyak, Sadikun senang sekali. Cepat-cepat dia mengajak istrinya meninggalkan rumah itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
