Kutarik Cintaku
Tantangan menulis 365 hari ke-1532 tanpa jeda
Kutarik Cintaku
Bagian 3
“Pandai amat Papa cari alasan. Kalau hanya teman mengapa mesra amat?”
“Biasa saja Ma, terlihat mesra itu karena ada perasaan cemburu pada diri Mama.”
“Mama tetap tidak percaya dengan omongan Papa, mulai saat ini aku minta cerai. Tak sudih Mama punya suami yang tak setia.”
Mendengar, istrinya minta cerai. Ahmad langsung berkata agak berbisik ke Lisa.
“Bu Lisa, aku tinggal dulu ya.”
“Yang bayar makanan minuman kita siapa. Aku hari ini tak bawa uang yang banyak, tak cukup membayar tagihan kafe ini.”
“Kamu tenang saja nanti aku yang bayar, Aku kenal pemilik kafe ini.”
Lalu Ahmad menyusul istrinya yang sudah pulang ke rumah, sambil menjalankan mobilnya agak cepat dia berkata dalam hatinya
“Kalau istriku menggugat cerai aku, gawat ini. Setidaknya aku tak bisa lagi bergaya hidup mewah, karena istrikulah yang membiayai semuanya. Kemungkinan terburuk yang bakal terjadi, aku bisa menjadi gembel dan terusir dari rumah, karena rumah yang kami tempati itu miliknya, warisan dari orang tuanya. Ya…Allah…janganlah itu sampai terjadi.”
Begitu sampai di rumahnya dan bertemu dengan istrinya di teras rumah, rupanya semua pakaian Ahmad, sudah dimasukkan istrinya ke dalam dua koper besar dan koper itu sudah di tarok di luar rumah.
“Apa-apaan ini Ma.”
“Pergilah, tak usah tinggal di rumah Mama ini lagi.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
