Pembalasan sang Arwah
Tantangan menulis 365 hari ke-1512 tanpa jeda
Pembalasan sang Arwah
Bagian 4
”Bukan saya yang melakukan itu, Rudi yang membunuhmu. Saya hanya memperdayamu.” ujar Iryan meski takut tapi dia ngomongnya tidak tergagap.
”Saya tidak percaya dengan omonganmu, untuk apa Rudi membunuh saya?”
”Dia dibayar oleh Toto selingkuhan Siti, istrimu agar mereka dapat menikah.”
”Saya tak percaya dengan omonganmu yang sudah memperdaya saya. Saya tetap akan mencekikmu.”
Mendengar dirinya mau dicekik, Iryan langsung membuka matanya seraya berkata. ”Maafkan saya, jangan cekik saya.”
Hantu itu tidak mempedulikan omongan Iryan, dia langsung mendekat dan mau mencekik Iryan.
Namun tiba-tiba Rudi datang, dia datang bermaksud mengajak Iryan memalak penjual kopi dan gorengan yang berjualan di pasar malam yang digelar setahun sekali di desa mereka untuk perayaan hari kemerdekaan Indonesia.
Melihat hantu itu dari arah belakang, bagian kakinya yang tak menginjak lantai tak terlihat karena terhalang oleh dua kursi. Hantu itu dikira Rudi musuh Iryan yang mau mencekik temannya itu, Rudi bermaksud mau membela temannya itu.
”Tungguuu...jangan cekik temanku. Hadapi aku, Rudi sang pembunuh kalau kau beraniiii...!” ujar Rudi setengah berteriak.
Mendengar omongan Rudi yang arogan, hantu itu tak jadi mencekik Iryan, dia mengalikan pandangannya ke arah Rudi.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
