Pembalasan sang Arwah
Tantangan menulis 365 hari ke-1513 tanpa jeda
Pembalasan sang Arwah
Bagian 5
Begitu Rudi mengetahui di hadapannya bukan manusia, melainkan hantu orang yang beberapa jam sebelumnya dia bunuh, Rudi mukanya seketika itu langsung berubah pucat dan penuh rasa ketakutan.
Untuk menyelamatkan dirinya dari cekikan hantu itu, Rudi sudah melangkah ke arah pintu untuk melarikan diri, namun secepat kilat hantu itu menghadang di pintu keluar rumah Iryan.
Merasa dirinya terancam, meski dia seorang preman pemberani dan kejam dia akhirnya merengek dan tergagap juga minta ke hantu itu agar mereka berdua tidak dicekik.
”Mo...mo...mohon jangan cekik ka...ka...kami. Kami berdua masih bu...bu...bujangan, dua bulan lagi kami mau menikah. Kasihan calon istri kami, kalau ka...ka...kami mati, mereka tak jadi menikah.”
”Mengapa kau membunuh saya?”
”Saya hanya disuruh oleh Siti, istrimu dan Toto selingkuhan istrimu.”
”Ada di mana mereka sekarang?”
”Mereka tadi saya lihat lagi pacaran di rumahnya Toto yang besar dan bercat putih sekitar 200 meter dari sini.”
Usai Rudi berkata begitu, hantu itu langsung mencekik keduanya secara bergantian hingga keduanya meninggal. Selanjutnya hantu itu pergi menuju ke rumah Toto.
Begitu memasuki rumah Toto, arwah Ilham belum menampakkan dirinya sebagai hantu. Dia ingin membuktikan dulu kedekatan istrinya dengan Toto, apakah benar omongan kedua orang yang baru dicekiknya itu.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
