Puasa Pertama Nisa dan Irma
Tantangan menulis 365 hari ke-1522 tanpa jeda
Puasa Pertama Nisa dan Irma
Bagian 4
Tak berapa lama kemudian, terlihat Nisa masuk. Dia langsung berkata ke ayahnya.
“Ayah kata ibu, kita makan sekarang. Ayo…Yah….”
“Ayoo….”
Sebelum bangkit dari duduknya, Tomi menutup Al-Quran yang dibacanya, lalu mencium Al-Quran yang sudah dibacanya itu dan meletakkan kitab suci itu di tempatnya, kemudian bersama anaknya dia menuju ke meja makan.
Di meja makan mereka berempat duduk berhadapan. Sebelum makan dimulai, Tomi melafadz niat puasa diikuti oleh anak istrinya. Kemudian, mulailah mereka makan sahur, setelah membaca bismillah.
Usai makan sahur, Tomi melanjutkan mengaji sambil menunggu waktu untuk menunaikan salat Subuh, Tati mengemasi meja makan, lalu mencuci peralatan yang kotor, sedangkan kedua anaknya melanjutkan tidurnya.
Saat pagi tiba, Irma bangun duluan dari Nisa. Dia langsung bergegas mau mandi minta ditemani ibunya.
“Bu, temani aku mandi. Aku takut telat ke TK, malu dengan Bu gurunya.”
“Hari ini libur sayang.”
“Oh…iya, Irma lupa Bu.”
“Kakakmu sudah bangun?”
“Masih tidur, Bu.”
“Jadi kalian berdua tidak salat Subuh ya.”
“Iya Bu, masih tidur saat waktu Subuh masuk.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
