Puasa Pertama Nisa dan Irma
Tantangan menulis 365 hari ke-1524 tanpa jeda
Puasa Pertama Nisa dan Irma
Bagian 6
“Belum Nak, baru menjelang Zuhur.”
“Berarti masih lama berbuka puasanya?”
“Iya, mengapa kau sudah lapar dan haus, Nak?”
“Belum, Bu. Aku masih kuat berpuasa.”
”Kalau tidak kuat lagi, saat sudah salat Zuhur berbuka saja ya.”
“Tak mau Bu, sayang. Beberapa jam lagi berbuka. Bu, aku izin nonton film kartun ya?”
“Boleh. Tapi jangan berebut remote dengan adik ya, pas waktu salat, nontonnya berhenti sebentar, tunaikan salat setelah itu baru boleh nonton lagi.”
“Ya, Bu.”
Selanjutnya dia dan adiknya mulai nonton. Nisa dan adiknya sepakat bergilir menguasai remote untuk memilih film kartun kesukaan mereka. Pesan ibu mereka dituruti, ketika masuk waktu salat mereka berdua ikut ayah ibunya salat berjamaah, usai itu mereka nonton lagi.
Karena keasyikan nonton tak terasa waktu berbuka tiba, baik Nisa maupun Irma berpuasa penuh satu hari, karena Irma kelupaan mau makan dan minum untuk berbuka puasa, saat usai salat Zuhur.
Pada puasa hari pertama Nisa dan Irma puasa penuh satu hari, di hari-hari berikutnya keduanya berpuasa satu hari penuh terus, hingga lebaran tiba. Karena Nisa dan Irma puasa satu bulan penuh, ayah ibunya memberi apresiasi atas pencapaian mereka. Keduanya masing-masing mendapatkan sepeda mini yang sangat bagus. Sedangkan kakek neneknya masing-masing memberi kalung emas untuk keduanya.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
