Pengorbanan Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1558 tanpa jeda
Pengorbanan Cinta
Bagian 3
“Sekarang apa Pak Aldo dan Bu Tania ada di ruang guru?”
“Mereka berdua sedang makan siang di Kafe Riang.”
“Nanti kalau keduanya sudah berada di ruang guru, suruh mereka menghadap Bapak ke sini.”
“Siap Pak. Terima kasih sudah mengabulkan permohonan kami.”
“Ya Pak, sama-sama.”
Ketika Pak Wadi berada di ruang guru, dia disambut oleh rekan-rekannya dengan tepuk tangan, atas keberaniannya menghadap kepala sekolah. Baru saja dia duduk di tempat duduknya, Pak Indra sudah bertanya.
“Bagaimana hasilnya?”
“Pak Santo atasan kita, bersedia memenuhi permohonan kita.”
“Jadi tindak lanjutnya bagaimana Pak?” tanya Ira.
“Kalau Pak Aldo dan Bu Tania ada di ruang ini, kita suruh keduanya menghadap Pak Santo.”
Baru saja Wadi usai bicara, Aldo dan Tania masuk ke ruang guru tersebut. Wadi langsung bicara dengan Aldo.
“Dari mana saja kalian berdua Pak?”
“Makan siang di kafe seberang jalan sekolah kita ini.”
“Pak Aldo dan Bu Tania disuruh menghadap Bapak.”
“Ada apa ya?” tanya Tania.
“Tidak tahu, langsung saja menghadap bapak, biar tahu masalahnya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
