Pertemuan yang Menyakitkan
Tantangan menulis 365 hari ke-1554 tanpa jeda
Pertemuan yang Menyakitkan
Bagian 7
“Sudah jangan marah-marah, kau juga mau ketika itu dengan mantan suamimu yang penipu itu, karena silau dengan hartanya. Kita memang sama-sama salah karena bersifat matre. Kau bisa mendekati Sukri lagi, Halimah.”
“Tidak mungkin, Bu.”
“Mengapa tidak mungkin? Kau kan janda. Kebiasaan orang di desa kita, berpoligami itu hal yang biasa terjadi.”
“Dia tidak mungkin mau lagi denganku, dia memiliki istri yang lebih cantik dari diriku.”
“Mungkin saja. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.”
Mendengar omongan ibunya, Halimah menjadi terbuka pikirannya untuk mendekati lagi Sukri. Pagi-pagi sekali dia sudah mendatangi rumah orang tuanya Sukri.
“Assalamualaikum.” sapanya.
“Waalaikumsalam.” jawab ibunya Sukri.
“Sukri ada Bu?”
“Oh…Halimah, sebentar saya panggilkan ya.”
“Ya…Bu, terima kasih.”
Tak berapa lama kemudian, muncullah Sukri menemui Halimah. Belum sempat Sukri duduk di kursi ruang tamu rumah ibunya, Halimah sudah menyapa Sukri dengan keramahan yang dibuat-buat.
“Rupanya Abang sudah kembali ke desa kita ya.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
