Atas Nama Cinta
Tantangan menulis 365 hari ke-1573 tanpa jeda
Atas Nama Cinta
Bagian 1
Azrul di usia remaja sudah menjadi anak yatim piatu, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia, akibat keracunan makan singkong beracun. Mereka bertiga keracunan makan singkong, gara-gara tak mampu membeli beras karena kemikiskinan mereka. Untunglah Azrul ajalnya belum sampai, sehingga dia tidak ikut meninggal dunia seperti kedua orang tuanya.
Azrul tinggal sedesa dengan Ira yang juga anak orang miskin. Karena sering bertemu dengan Ira tetangga jauhnya itu, dia jadi jatuh cinta pada Ira. Sebaliknya Ira juga terlihat sepertinya menyukai Azrul. Itu Azrul ketahui dari tatap mata Ira, saat mereka berpapasan.
Pada suatu hari, ketika mereka hanya berdua saja, di dekat lapangan voli tempat remaja sering berkumpul di desa mereka, Azrul memberanikan diri nembak Ira.
“Ira, kau mau tidak menjadi pacarku?”
“Beraninya kau nembakku, sadar diri dong. Kau itu miskin, mau kau kasih makan apa aku, nantinya?” kata Ira, yang membuat Azrul menjadi malu.
“Aku sadar diriku miskin, apa orang miskin tidak boleh jatuh cinta?”
“Boleh saja, tapi jangan padaku. Aku hanya mau menerima cinta anak orang kaya.”
“Suatu saat aku akan menjadi orang kaya.”
“Payah kau ini. Sudah miskin, suka menghayal lagi.”
“Akan aku buktikan omonganku, suatu saat aku akan menjadi orang kaya.”
“Aku berjanji padamu, selagi aku belum menikah, kalau kau sudah kaya, aku mau menerima cintamu.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
