Dia Bukan Jodohku
Tantangan menulis 365 hari ke-1598 tanpa jeda
Dia Bukan Jodohku
Bagian 4
“Tunggu saja waktunya, aku masih mau mancari alasan untuk berpisah dengan istriku.”
Mendengar jawaban Budi, Sisi diam saja. Dia tak punya alasan dan kekuatan untuk mendesak Budi untuk segera menikahinya.
***
Seiring berjalannya waktu, ibunya Sisi sudah menemukan pria mapan di kampungnya untuk dijadikan sebagai menantunya buat suami Sisi. Budi juga pada suatu malam ketika sedang berdua saja dengan istrinya sudah berani ngomong baik-baik untuk berpisah dengan istrinya.
“Ma…sepertinya kehidupan rumah tangga kita tak bisa di pertahankan lagi.”
“Maksudnya Papa mengajak Mama bercerai, oke itu menurutku jalan yang terbaik.”
“Mama setuju kita bercerai secara baik-baik?”
“Sangat setuju, syaratnya anak kita ikut denganku, rumah beserta isinya untukku semua, uang deposito kita bagi dua. Papa hanya boleh membawa mobil dan dua motor serta semua pakaian Papa.”
“Baik Papa setuju, mulai malam ini kita pisah kamar dan besok perceraian kita, Papa urus.”
“Setuju.”
***
Tiga bulan kemudian, resmilah Budi berpisah dengan Mila istrinya. Di saat yang sama Sisi resmi menikah dengan pria pilihan ibunya. Mendapatkan kenyataan pahit itu, Budi hanya bisa termenung dan hanya bisa menghibur dirinya, mendengarkan bisikan batinnya yang selalu menguatkan dirinya, dia bukan jodohku.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
