Gara-gara Bikin Konten
Tantangan menulis 365 hari ke-1594 tanpa jeda
Gara-gara Bikin Konten
Bagian 4
Sang gadis yang melewati jalan itu bersama temannya, melihat Amir yang dikiranya hantu benaran, mereka berteriak histeris sambil berlari ketakutan.
“Toolooong…toloooong…ada hantuuuu…!”
“Ada hantuuuuu…ada hantuuuu…takuuut…!”
Teriakan mereka itu memancing orang-orang yang ada di masjid yang hendak pulang ke rumah masing-masing mendatangi tempat itu secara beramai-ramai.
Karena mereka datang secara beramai-ramai, mereka menjadi pemberani dan tidak takut dengan hantu. Dengan menggunakan senter yang mereka bawa, mereka arahkan sinar senter mereka ke lokasi yang ada hantunya, kemudian mereka menjadi tahu yang membuat dua anak gadis itu menjadi takut, ternyata bukan hantu benaran, melainkan ada dua remaja kota yang mengerjai warga kampung mereka.
Karena kemarahan warga kampung itu, Jali dan Amir dikeroyok oleh warga kampung secara beramai-ramai.
“Ampuuun…ampuuuun…jangan pukul kami lagi.”
Warga kampung yang geram terus saja memukuli keduanya. Sehingga Amir dan Jali babak belur dan hampir pingsan. Untunglah di saat yang kritis itu, ada ustaz yang melintas di lokasi kejadian.
“Hentikan main hakim sendiri kalian. Apa yang sedang terjadi?”
Mendengar suara ustaz yang mereka kenal, warga kampung berhenti memukuli Amir dan Jali. Lalu ada seorang di antara mereka berkata ke ustaz.
“Mereka ini, remaja dari kota yang menakuti Siti dan Lila, Ustaz.”
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
