Lebaran di Jakarta
Tantangan menulis 365 hari ke-1572 tanpa jeda
Lebaran di Jakarta
Bagian 5
“Waalaikumsalam, Kami di jemput oleh Om kau di bandara, beliau mengajak kita malam ini menginap di rumahnya, bisa tidak kau nyusul ke rumah Om?”
“Bisa Ma, sebentar lagi aku berangkat ke sana, sekarang lagi menyelesaikan tugas kuliah dulu, Insyaallah sebentar lagi selesai.”
“Oke. Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam.”
Bakda Zuhur mereka sudah berada di rumah Samsudin semua. Besok paginya mereka pergi salat id bersama-sama ke masjid terdekat, pada lebaran kedua mereka diajak Samsudin berkunjung ke keluarga yang ada di Kranji Bekasi, lebaran ketiga mereka jalan-jalan pergi ke Bandung mau merasakan enaknya naik kereta cepat, di lebaran kelima mereka diajak Samsudin menginap di puncak menyewa sebuah Vila.
Di momen lebaran itu, meski tak kumpul bersama kedua orang tuanya masing-masing, baik Dewi maupun Budi cukup terhibur adanya kebersamaan seperti itu.
“Semoga di lebaran berikutnya umurku masih dipanjangkan oleh Allah, sehingga ada lagi kebersamaan dengan Samsudin adikku yang masih bujangan, yang profesinya sebagai bos pembuat gondola.” bisik hati Dewi, saat mereka bersalaman dengan Samsudin mau pamit, ketika hendak masuk bandara mau meninggalkan Jakarta.
Selesai
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
