Lebaran di Jakarta
Tantangan menulis 365 hari ke-1568 tanpa jeda
Lebaran di Jakarta
Bagian 1
Budi, Dewi dan Alex sudah merencanakan jauh-jauh hari mau berangkat ke Jakarta sehari sebelum lebaran, untuk berlebaran di Jakarta sekalian menjenguk anaknya yang sedang kuliah di sana.
Sehari sebelum keberangkatan, Dewi pamit dengan para tetangganya untuk pergi.
“Bu Atin, Bu Sila, Bu Arma, dan Bu Lusi, aku pamit ya. Besok mau berangkat ke Jakarta.” katanya ke ibu-ibu yang sedang duduk bersama di depan rumah Sila.
“Loh kok berangkat Bu, lusa lebaran.” ujar Arma terkejut.
“Kami mau berlebaran di Jakarta.”
“Ngapain lebaran di Jakarta?” tanya Atin.
“Kepingin aja.” jawab Dewi terlihat agak bersedih.
“Aku lihat muka Ibu agak bersedih menjawab pertanyaan Bu Atin, pasti ada alasan lain untuk lebaran di Jakarta.” tanya Sila.
Karena Dewi tipe orang terbuka dan tidak bisa menyembunyikan kebohongannya, lalu dia berterus terang ke Atin, Sila, Arma, dan Lusi, tetangganya sekaligus teman arisannya itu.
“Sebenarnya ada alasan yang mendasar yang membuat kami mau berlebaran di Jakarta, kami merasa seperti tidak ada keluarga lagi di sini, sejak kematian kedua orang tuaku.
Selagi almarhum dan almarhumah masih hidup, di lebaran pertama, kedua dan ketiga kami selalu berkumpul di rumah almarhum dan almarhumah, untuk kebersamaan dengan keluarga besar lainnya yang berdatangan dari mana-mana.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
